Tanam Ribuan Pohon di TWA Pantai Panjang, BKSDA Gandeng Berbagai Komunitas

FOTO IMAN/BE- Kepala BKSDA Bengkulu, Donal Hutasoit bersama Direktur PT NAB H Ariyono Gumai saat melakukan penanaman bersama pohon jenis Ketapang di TWA Pantai Panjang Bengkulu, Jumat (24/07).

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu bersama sejumlah komunitas melakukan aksi penanaman pohon di Taman Wisata Alam (TWA) Pantai Panjang – Pulau Baai, Jumat (24/7) pagi.

Aksi penanaman pohon ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan pelestarian lingkungan dan tahapan dalam pemanfaatan TWA oleh PT Noor Alif Bencoolen (NAB).

Kegiatan ini adalah kali ke 3 yang dilakukan BKSDA yang mendapat dukungan dari berbagai pihak seperti BPJS Ketenagakerjaan Bengkulu, Forum Pemuda Peduli Bengkulu (FPPB), BPDAS HL Ketahun, Komunitas Vlogger Bengkulu, manajemen PT NAB dan pihak lainnya.

Beberapa jenis tumbuhan penyusun formasi Baringtonia yang ditanam di lokasi TWA tersebut yaitu Ketapang, Butun (Baringtonia Asiatica) dan cemara pantai.

Kepala BKSDA Bengkulu, Donal Hutasoit menjelaskan, penanaman tersebut merupakan upaya pemulihan ekosistem dan pengkayaan jenis tanaman untuk melindungi daerah pantai dari abrasi dan merehabilitasi penanaman vegetasi asli khas daerah pantai. Beberapa jenis pohon tersebut dipilih karena wilayah pantai TWA didominasi pasir dengan energi gelombang laut yang cukup tinggi sehingga kurang cocok jika ditanami mangroove.

“Ini kali ke 3 kita melakukan penanaman bersama mitra-mitra kita. Total bibit yang sudah tertanam itu sekitar 2000 batang. Kegiatan ini juga dalam rangka menyambut Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2020, kita melakukan pemulihan ekosistem utamanya pesisisr pantai Provinsi Bengkulu,” terang Donal.

Sementara Koordinator FPPB Feri Vandalis mengatakan, dari sisi pemanfaatan TWA yang saat ini sedang dikelola pihak pengembang yakni PT NAB dinilai sangat bermanfaat bagi perekonomian Bengkulu karena akan melibatkan masyarakat sebagai tenaga kerja dan bebas untuk berjualan dengan ditata oleh pihak manajemen tanpa pungutan biaya sewa.

“Kita sayangkan isu yang beredar selama ini jika pihak pengembang tak memiliki izin, penebangan pohon dan segala macam. Namun saat kita tanyakan ke pihak pengembang mereka sudah mengantongi izin dan mengikuti tahapan kedepan seperti AMDAL dan lainnya. Juga kita lihat dilokasi ini ada beberapa pembersihan, bukan penebangan pohon yang seperti isu yang dibuat. Di lokasi ini memiliki potensi luar biasa yang melibatkan masyarakat dan berpeluang ekonomi bagi masyarakat,” jelas Feri.

Manajemen pengelola PT NAB, Uunk mengapresiasi kerjasama BKSDA dan pihak lain yang mendukung serta berpartisipasi dalam penanaman pohon di kawasan TWA tersebut. Diharapkan kerjasama dalam pemeliharaan kawasan TWA dapat terus berlanjut demi kelestarian ekosistem TWA Pantai Panjang.

“Kegiatan ini kerjasama PT NAB dan BKSDA Bengkulu serta pihak lainnya. Kami dari pihak manajemen berterima kasih kepada berbagai pihak yang ikut berpartisipasi dan mendukung kegiatan penanaman pohon ini. Beberapa teman-teman komunitas juga semangat mengikuti kegiatan ini, semoga kerjasama ini terus berlanjut demi kebaikan bersama,” kata Uunk. (Imn)