Tanam Pisang di Atas Jembatan

AIR PERIUKAN, BE– Pengguna jalan lintas Tais-Bengkulu yang sekaligus lintas Bengkulu-Jakarta di Desa Padang Pelasan kemarin mendapat kejutan menarik. Sejumlah warga desa setempat berinisiatif menanamkan 2 pohon pisang di atas Jembatan Padang Pelasan.
Penanaman pisang bukan untuk mengganggu arus lalu lintas, sebaliknya untuk memberi rambu jika lantai jembatan berkonstruksi permanen itu berlobang hingga diameter 1 meter. Aksi penanaman tersebut dilakukan warga pukul 17.00 WIB kemarin.
Sebelumnya, ketika belum ada rambu-rambu 2 pohon pisang setinggi 2 meter tersebut kerap terjadi kecelakaan lalu lintas akibat pengendara terperosok masuk ke dalam lobang tersebut. Lantai jembatan yang memiliki bentang sekitar 12 meter itu sebenarnya sudah lama jebol. Namun sejak setahun lalu ditambal dengan cor semen, tapi akhir-akhir ini jebol lagi dan belum ada penanganan.
Ketua Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Seluma, Tenno Heyka mengatakan bahwa aksi warga menanam pohon pisang tersebut bukan semata-mata untuk memberi rambu jembatan berlobang. Lebih dari itu, pohon pisang tersebut menjadi simbol permintaan warga agar infrastruktur vital tersebut segera direhabilitasi oleh pemerintah. ”Kita setuju sekali dengan sikap masyarakat menanam pisang di tengah jembatan ini. Ini artinya, masyarakat minta perhatian pemerintah,” katanya.
Belum lama ini peristiwa seirama telah dilakukan oleh puluhan warga Kelurahan Dermayu. Akibat jalan tak kunjung diperbaiki hingga menyebabkan penduduk menghirup debu jalan setiap hari sekurangnya selama 6 bulan, puluhan warga Dermayu sempat memblokir jalan lintas Tais-Bengkulu yang sekaligus Bengkulu-Jakarta itu. Akhirnya, kini diketahui jalan di Dermayu pun mulai diperbaiki oleh pemerintah. (444)