Tanam Mangrove di Pulau Tikus

RIO/Bengkulu Ekspress TANAM POHON: Bid Humas Polda Bengkulu bersama Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bengkulu dan jurnalis melakukan aksi penanaman pohon dan penghijauan di Pulau Tikus, Sabtu (25/11).
RIO/Bengkulu Ekspress TANAM POHON: Bid Humas Polda Bengkulu bersama Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bengkulu dan jurnalis melakukan aksi penanaman pohon dan penghijauan di Pulau Tikus, Sabtu (25/11).

 

BENGKULU, Bengkulu Ekspress- Pers Bid Humas Polda Bengkulu bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bengkulu, Sabtu (25/11) lalu, berlayar ke Pulau Tikus dalam rangka melakukan penghijauan pulau tersebut.

Kabid Humas Polda Bengkulu AKBP Sudarno SSos SH, mengatakan kegiatan ini menunjukkan kepedulian pihaknya terhadap lingkungan, mengingat Pulau Tikus itu bisa menjadi destinasi wisata dan berpotensi menjadi aset yang menghasilkan pendapatan daerah.
Pihaknya melakukan kunjungan 250 pohon Mangrove yang ditanam di Pulau ini dengan tujuan untuk melindungi dari abrasi dan menambah daratan.

“Jika mulai dari sekarang kita tidak peduli dengan Pulau ini, lima tahun kedepan Pulau ini terancam hilang,” katanya.

Namun jika pohon yang kita tanam ini lima tahun kedepan hidup dan besar maka dapat menambah daratan di pulau ini, sehingga menjadi pulau yang hijau. “Menjadi tujuan utama bagi para wisatwan yang berkunjung ke Provinsi Bengkulu ini,” ujarnya.

Kemudian dia juga mengatakan, Pulau Tikus milik Bengkulu ini jika dilestarikan beperluang besar menjadi aset daerah dan menamabah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sebab Pulau ini banyak diminati oleh para wisatawan yang ingin berkunjung hanya saja di pulau ini tidak ada dermaga sehingga mempersulit para wisatawan untuk menjangkau pulau ini. “Kita selalu berharap dengan pemerintah Daerah agar Pulau ini dapat dilestarikan dan menjadikan Pulau Tikus ini wisata andalan milik Provinsi Bengkulu,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu warga yang sudah mendiami Pulau Tikus hampir 20 tahun berharap agar di kawasan pulau tikus dibangun dermaga. “Kami hanya minta kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk membangunkan satu dermaga kecil sebagai jalan agar kapal-kapal besar besar merapat ke Pulau Tikus,” terangnya.

Ia menjelaskan, selama ini Pulau Tikus jarang didatangi wisatawan Asing karena untuk sampai ke bibir pantai harus menggunakan kapal kecil karena jika menggunakan kapal langsung ke bibir pantai bisa menghancurkan terumbu karang yang ada. “Ini merupakan salah satu faktor sedikitnya para wisatawan yang berkunjung ke Pulau Tikus karena tidak adanya dermaga,” ucapnya.

Ia menjelaskan, apa yang ada di Pulau Tikus ini merupakan salah satu keindahan yang ada di Provinsi Bengkulu, jika Pulau Tikus ini diperhatikan oleh pihak Pemerintah dan pihak-pihak lainnya, pulai yang kecil ini pasti nantinya bisa menjadi besar.

“Disini banyak pemandangan indah, seperti pemandangan bawah laut yang memiliki terumbu karang dan ikan-kecil kecil yang sangat enak jika dilakukan kegiatan menyelam,” tuturnya. (529)