Tanam Ganja Karena Terbelit Hutang

CURUP, BE – Abu Bakar (38), warga Desa Pengambang Kecamatan Sindang Beliti Ulu (SBU), Rejang Lebong, selaku tersangka pemilik lahan ganja seluas 2 hektare di kawasan Desa Karang Pinang, SBU hanya bisa menyesali perbuatannya. Lelaki yang dilumpuhkan dengan peluru tajam oleh anggota Polres Rejang Lebong sekitar pukul 17.15 WIB Rabu (18/4) tersebut mengaku menanam ganja karena terdesak.┬áKepada polisi, Abu yang dikenal warga sebagai pria yang kerap berjudi sabung ayam itu mengaku terpaksa menanam ganja karena harus membayar hutang senilai Rp 20 juta. “Agar bisa menunasi hutang, Abu diminta untuk menanam ganja di kebun miliknya. Bibit ganja itu diberikan kepadanya oleh seseorang sebanyak gelas air kemasan. Akhirnya berkembang menjadi ladang ganja,” ujar Kapolres Rejang Lebong AKBP I Ketut Yudha Karyana SIK melalui Waka Polres Kompol M Andi disampingi Kasat Narkoba Iptu Darwin Tampubolon SH kemarin.

Hanya saja, polisi masih merahasiakan siapa otak di balik kegiatan penanaman ganja yang ditekuni Abu selama lebih 1 tahun tersebut. Saat ini Abu dirawat intensif di RSUD Curup dengan pengawalan ketat polisi, untuk pemulihan luka akibat peluru panas polisi. Perbuatan Abu sendiri diancam pasal 111 (2) Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup. “Kasus ini jelas akan terus kita kembangkan pada penyelidikan,” tutur Darwin.
Untuk diketahui, Abu masuk DPO Polres RL sekitar 3 bulan lalu karena diduga sebagai pemilik lahan ganja seluas 2 hektar di kawasan perkebunan Desa Karang Pinang Kecamatan SBU. Dia diamankan polisi dalam operasi simpatik Polres RL, ketika keluar dari persembunyiannya, karena berencana membeli kebutuhan harian untuk satu minggu di kawasan trans Taktoi Desa Taktoi Kecamatan Padang Ulak Tanding. “Saat diminta menyerahkan diri, pelaku lari bahkan mengeluarkan sebilah parang. Meski sudah diberi tembakan peringatan, pelaku tetap berusaha kabur. Akhirnya polisi terpaksa melumpuhkannya,” tutur Darwin. (999)