Tampilkan Produk Unggulan dari Perkarangan

Sukaraja Expo

BENGKULU,BE – Berbagai produk unggulan yang berasal dari perkarangan warga ditampilkan pada acara Sukaraja Expo di halaman Kantor Camat Sukaraja, kemarin. Sukaraja Expo ini dilaksanakan semua desa dari kecamatan Sukaraja yang sudah menggiatkan program pemanfaatan pekarangan rumah di bawah binaan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Provinsi Bengkulu dalam rangka menyambut hari ibu dan memperingati hari ulang tahun Provinsi Bengkulu.
“Antusias warga sangatlah tinggi hal ini terlihat dari banyaknya bibit atau sayuran yang dibeli pengunjung di stand-stand yang ada,” ungkap Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Bengkulu H Muslih Z SH MSi.
Dalam Sukaraja Expo ini  juga menampilkan berbagai olahan makanan yang berasal dari non beras, seperti dari ubi, jagung dan ganyong. Menurut Muslih pembelinya bukan hanya dari warga sekitar bahkan berasal dari tempat lain seperti Kota Bengkulu.
“Ini merupakan salah satu program seratus hari Gubernur Bengkulu, tentang ketahanan pangan dengan menggalakkan panganan lokal,” tambahnya.
Menurut Muslih program pemamfaatan pekarangan terpadu ini merupakan program BKP dalam mendukung program pemerintah tentang ketahanan pangan. Untuk tahun 2012 ini baru ada lima kabupaten/kota, yaitu Kota Bengkulu, Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah, Rejang Lebong dan Seluma.  Tahun depan baru akan dimulai di Kaur, Bengkulu Selatan, Lebong, Kepahiang dan Mukomuko.Setiap kabupaten terdapat satu desa yang menjadi percontohan dan untuk Seluma sendiri berada di Desa Bukit Peninjauan I Sukaraja.
Saat pertama kali dibentuk hanya ada 200 kepala keluarga (KK) di bawah binaan BKP. Namun saat ini anggotanya sudah mencapai 350 KK yang berasal dari berbagai desa yang berada di Kecamatan Sukaraja.
“Dengan bertambahnya anggota ini menandakan program pemanfaatan pekarangan terpadu dalam rangka menujang ketahanan pangan berhasil,” tutur Muslih.
Selanjutnnya ia menjelaskan yang mendapat binaan dan bantuan dana hanyalah 200 KK yang pertama. Sedangkan sisanya warga melakukan secara swadaya. Banyak keuntungan yang didapat warga dari program ini diantaranya warga tidak membeli sayur di luar.
“Dalam satu bulannya warga bisa menghemat uang sekitar Rp 300 ribu dan ditambah dengan hasil penjulan sayur mereka. Tapi yang terpenting mereka bisa mencukupi kebutuhan mereka,” ujarnya.
Program ini pertama kali akan dibiayai BKP tapi untuk perkembangan. Selanjutnya pihak BKP akan menyerahkan kepada pemerintah daerah, dalam hal ini pemerintah kabupaten dan kota. Program unggulan yang disesuaikan dengan jangka waktunya. Untuk jangka pendek mereka juga menanam pepaya sedangkan untuk jangka panjang mereka menanam kelengkeng. “Semua itu untuk ketersediaan pangan untuk masyarakat Bengkulu yang setiap harinya jumlah penduduk semakin bertambah dan membuat lahan perkebunan semakin berkurang,” terangnya.
Dalam pencapaian apa yang diharapkan tersebut tentunya perlu sinergi antara dinas ataupun instansi terkait. Pada tahun 2013 nanti program ini akan merata ke seluruh kabupaten yang ada di Provinsi Bengkulu.(cw2/prw)