Tambang Emas Ilegal Digerebek

ist, petugas saaat menggeledah pondok pelaku

CURUP, BE- Jajaran Polres Rejang Lebong berhasil mengungkap keberadaan tambang emas ilegal di wilayah Kecamatan Padang Ulak Tanding.   Tambang emas  ilegal  ditemukan   di kawasan bukit merbau yaitu di wilayah transmigrasi Bukit Batu kecamatan PUT. Dilokasi tersebut petugas menemukan dua titik galian. Petugas menemukan sejumlah bongkahan batu yang diduga mengandung emas, selain itu juga ditemukan sejumlah peralatan bor, pondok, genset serta beberapa perlengkapan mendulang emas lainnya.
Saat dikonfirmasi Kapolres Rejang Lebong AKBP Dirmanto SH SIk melalui Kasat Reskrim Iptu Mirza Gunawan mengatakan  pihaknya  menemukan sejumlah barang bukti lainnya diantaranya satu unit mobil Operasional  jenis Starada dengan nomor polisi BG 9208 LH. Selain itu petugas juga mengamankan tiga orang pelaku.  “Lokasi penambangan terletak berjarak 2 Km dari pemukiman warga transmigrasi Bukit Batu,” ungkap Iptu Mirza.
Menurut Mirza, keberhasilan pihaknya mengungkap tambang emas ilegal tersebut bermula dari informasi dari warga. Dari informasi warga tersebut diketahui bahwa ada aktifitas tambang emas ilegal yang dilakukan orang dari luar Rejang Lebong.
“Kita mendapat informasi tersebut, kita langsung melakukan penyelidikan tentang perizinan tambang tersebut,” tambah Mirza.
Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata diketahui bahwa tambang di lokasi tersebut tidak memiliki izin.  Petugas lantas melakukan penggerebekan ke TKP di dampingi sejumlah instansi terkait. Diantaranya, TNKS , Polisi Kehutanan Lubuk Linggau serta Dinas Pertambangan Rejang Lebong. Untuk menuju lokasi petugas harus berjalan kaki sejauh 2 KM. Namun kerja keras petugas tersebut membuahkan hasi.
Karena dilokasi tersebut petugas menemukan pondok yang digunakan sebagai tempat tinggal pekerja gali  diduga dihuni oleh 5 orang pekerja, peralatan tambang, alat bor, sembako serta alat pembangkit listrik berupa genset yang digunakan untuk mengaktifkan peralatan. “Saat ini kita sedang melakukan pengembang, terkait pemilik tambang serta lokasi   digunakan tersebut  apakah masuk dalam Kawasan Hutan Lindung atau TNKS,” papar Mirza.(251)