Tambak Udang Tekan Pengangguran

IRUL/BE PANEN: Para pekerja harian saat membersihkan udang hasil panen di perusahan tambak udang Kecamatan Kaur Selatan, Senin (17/1).
IRUL/BE
PANEN: Para pekerja harian saat membersihkan udang hasil panen di perusahan tambak udang Kecamatan Kaur Selatan, Senin (17/1).

KAUR SELATAN, BE – Pengembangan usaha tambak di wilayah Kabupaten Kaur yang terus berkembang, sangat strategis untuk mengurangi pengangguran dan menekan angka kemiskinan. Buktinya, budidaya udang yang ada di Kabupaten Kaur kini, mampu merekrut ratusan pekerja.

“Rata-rata pekerja di tambak udang ini masyarakat Kaur inilah, dan sudah ada 200 orang yang sudah bekerja di perusahan tambak udang ini,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kaur Ir Sulaiman melalui Sekretaris Drs Idrus MSi kemarin (17/1).

Dikatakannya, upah tenaga harian lepas bervariasi antara Rp 1 hingga 2 juta sehingga melampaui Upah Minimum Provinsi (UMP) Kaur di sektor kelautan. Oleh karena itu, pengusaha budidaya udang di lahan tambak yang saat ini mulai berkembang di Kecamatan Maje, Kaur Selatan dan Kaur Tengah harus diingatkan terus memenuhi ketentuan ketenagakerjaan dan ternyata penerapannya sesuai dengan aturan yang ada.

“Yang paling banyak merekrut karyawan itu tambak udang ini baru PT Dua Putra, karena perusahaan ini sudah besar dibandingkan lainya,” ujarnya.

Ditambahkannya, jika lahan tambak terealisasi 2000 hektar maka bakal terserap tenaga kerja ribu orang. Bahkan, pengusaha lainya akan berminat menjadikan sentra budidaya udang di Kaur sebagai salah satu tambang udang terbesar di Indonesia.

“Target ini bila terealisasi diperkirakan menyerap tenaga kerja hingga 1 ribu orang, sehingga ini bisa menangulangi angka kemiskinan di Kaur ini,” jelasnya. (618)