Tambahan Perahu Nelayan Dipindahkan

IST/Bengkulu Ekspress BERDIALOG: Bupati Bengkulu Selatan saat berdialog dengan nelayan pantai pasar bawah terkait kondisi tanmbatan perahu yang rusak akibat bencana, Minggu (12/5) sore.

PASAR MANNA, Bengkulu Ekspress– Akibat banjir bandang Jum,at (26/4) lalu, hingga menyebabkan Bengkulu Selatan (BS) menjadi salah satu daerah korban bencana. Akibatnya tidak hanya rumah warga di Desa Ketaping, Manna rusak.Namun tempat tambatan perahu nelayan di pantai pasar bawah juga rusak. Dengan kondisi tersebut,pemda Bengkulu Selatan berencana memindahkan lokasi tambahan perahu tersebut.

“ karena tempat tambatan yang lama sudah rusak, kita akan upayakan pindahkan ke tempat lain,” kata Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi SE MM.

Gusnan mengatakan, untuk lokasi tambahan perahu nelayan yang baru yakni di belakang masjid An Nur Pantai Pasar Bawah. Lokasi tersebut tidak jauh dari lokasi tambatan yang rusak. Namun agak masuk ke dalam. Sehingga ketika nanti terjadi banjir bandang lagi dan laut pasang, diharapkan akibatnya tidak patal seperti sebelumnya. “Di Lokasi baru nanti sepertinya lebih nyaman saat ada bencana seperti sebelumnya,” ujar Gusnan.

Kepala dinas perikanan Bengkulu Selatan, Novianto s sos Msi mengaku saat ini pihaknya sedang berupaya memindahkan tempat tambatan perahu nelayan saat mereka pulang dari melaut. Untuk pembuatan tambatan perahu tersebut,dirinya mengaku akan segera mengerahkan alat berat. Alat berat nanti akan mengeruk alur sungai agar membentuk kolam baru. Sehingga nanti perahu para nelayan bisa bersandar di kolam baru tersebut. “ Kami akan kerahkan alat berat untuk membuat kolam baru di sungai Air Manna untuk lokasi tambatan perahu,” ujarnya.



Tidak hanya itu, Novianto jugaa mengaku nanti akan mengeruk alur sungai di muara sungai Air Manna, sehingga pintu muara tidak dangkal lagi. Sebab selama ini, alur di muara sering terjadi pendangkalan, akibatnya perahu nelayan kesulitan masuk ke sungai Air Manna. Bahkan akibatnya sudah sering perahu nelayan terbalik dihantam ombak saat hendak masuk ke muara sungai Air Manna. “ Alur di muara juga akan kita keruk, agar perahu nelayan tidak kesulitan mendarat saat pulang dari melaut,” terang Novianto. (369)