Tambah Personil

polisi-hutan
foto:ilustrasi

BINTUHAN,BE– Kekurangan tenaga personil Polisi Khutanan (Polhut) di Kabupaten Kaur hingga saat ini belum bisa ditanggulangi. Hal ini lantaran minimnya tenaga PNS yang mengantongi sertifikat Polhut dan izin membawa Senjata Api (Senpi). Akibatnya sampai saat ini tinggal 4 personil orang Polhut.

“Rata-rata personil polhut yang ada saat ini sudah mau pensiun,” kata Kabid PHH Dinas Kehuatanan Pertambangan dan ESDM Drs Erlis Harjoni MSi, kemarin.

Ia sudah berapa kali menyampaikan usulan untuk dilakukan pelatihan kepada PNS untuk dilakukan penambahan polhut. Namun sayangnya sampai saat ini belum ada yang disetujui. “Syarat untuk jadi Polhut itu harus ikut pelatihan dulu dan mengantongi sertifikat biaya pelatihan sebesar Rp 30 juta selama 6 bulan dan pelatihannya di lampung paling dekat,” ujarnya.

Lanjutnya, untuk saat ini tidak mungkin dibebankan kepada PNS yang bersangkutan. Sehingga harus dialokasikan dana khusus untuk mengikuti latihan itu. Begitu juga dengan PNS banyak yang memilih menghindar bila dibebankan dengan beban sebagai Polhut terbilang berat. “Polhut dibebas tugaskan dari SKPD mereka pungsional, tapi mereka punya kewenangan untuk menangkap hal-hal yang mencurigakan di hutan,” ujarnya.

Ditambahkanya, di Kabupaten Kaur memang saat ini yang mengantongi sertifikat polhut tinggal 4 orang lagi, umur mereka juga sudah sangat tua diperkirakan dalam satu dua tahun kedepan akan memasuki masa pensiun. Sehingga sudah sewajarnya dilakukan perekrutan tenaga polhut yang baru. “Kita berharap tahun ini ada pemabahan personil pulhut ini, sehingga bisa mengawasi aktivitas kayu di Kaur ini,” tandasnya.(618)