Takut Dibunuh, Pembunuh Sadis Menyerah

BENGKULU, BE – Pelaku pembunuhan sadis di Desa Talang Leak I Kecamatan Bingin Kuning, Lebong, En (42) akhirnya menyerahkan diri. Sekitar pukul 18.30 WIB kemarin (11/1), ia datang ke Mapolres Kota Bengkulu.

Sebelum menyerahkan diri, pelaku telah dikejar Tim Buser Polres Lebong sejak Kamis malam hingga Jumat sore. Seluruh wilayah yang diduga menjadi tempat persembunyiannya sudah diintai. Namun tak kunjung tertangkap.

En telah membunuh tetangganya sendiri, Ardan (42) di dengan membacok punggung dan bagian lehernya hingga nyaris putus, Kamis (10/1) lalu. Tak hanya itu, istrinya sendiri Jun (38) dan istri korban ikut dibacok hingga membuat keduanya luka parah.

Keputusan En menyerahkan diri itu lantaran ketika pelariannya sampai ke wilayah Kota Bengkulu. Ia merasa bingung tak tahu arah. Lebih dari itu, pelaku pun mulai dihantui rasa ketakutan dibunuh. Selain diburu polisi, ia juga diincar keluarga korban.
“Pagi aku sampai di Bengkulu ini, karena khawatir, aku menyerahkan diri ke polisi biar aman,” ungkap En di Polres Bengkulu, kemarin.

Kasat Reskrim Polres Lebong, AKP Abdu Arbain membenarkan hal tersebut. Dikatakannya, penyerahan diri itu terjadi disaat pihaknya tengah melakukan pencarian di sejumlah tempat yang dicurigai menjadi lokasi persembunyian pelaku. Upaya pemburuan dari memang Lebong tak membuahkan hasil secara langsung, namun hal tersebut menjadi babak pembuka dalam pengusutan kasus itu. “Tersangka akan kita bawa ke sini untuk diproses di Polres Lebong,” kata Kasat Reskrim.

Senada diungkapkan Kapolres Bengkulu, AKBP H Joko Suprayitno SST MK dan Kasat Reskrim, AKP Imam Wijayanto SIK, usai membunuh tersangka pembunuhan sadis ketakutan nyawanya terancam. “Semuanya kita serahkan kepada Polres Lebong. Tersangka juga mengakui perbuatannya,” ungkap Imam.

Sementara itu, pukul 10.00 WIB kemarin jenazah korban pembunuhan En, oleh keluarga dimakamkan di TPU desa setempat. “Iya tadi pagi, jenazah korban sudah di kebumikan. Korban meninggalkan 3 orang anak yang masih kecil-kecil, yang tertua masih duduk di kelas 5 SD,” kata Kepala Desa (Kades) Talang Leak I, Ridwan.

Dituturkan Ridwan, warga sekitar memastikan sebelum peristiwa pebunuhan, antara pelaku dan korban tidak pernah ada keributan. Bahkan 2 hari sebelum itu, korban dan pelaku masih sempat berpasangan main gaplek di teras rumah korban. Sehari kemudian, En Juga diketahui semapat main ke rumah orang tua Ardan. “Mereka tidak pernah ribut,” imbuhnya.(160/*)