Takjil Layak Konsumsi

IST/Bengkulu EkspressPANTAU:Balai POM Bengkulu saat memantau dan uji sampel takjil di Bengkulu Selatan, Sabtu (11/5) sore.

KOTA MANNA, Bengkulu Ekspress– Warga Bengkulu Selatan (BS) yang ingin membeli makan menu buka puasa atau biasa disebut takjil, tidak usah khawatir. Pasalnya makanan takjil tersebut sudah dicek oleh pihak Balai POM Bengkulu bersama Dinas Kesehatan Bengkulu Selatan dan Dinas perindustrian Pedagangan Bengkulu Selatan. “Hasil pantauan dan uji sampel, yang kami lakukan, semua makanan takjil layak konsumsi,” kata Kepala Balai POM Bengkulu, Drs Syafrudin T Apt Msi yang didampingi petugas dinas kesehatan Bengkulu Selatan.

Ditambahkan Kepala Dinas Kesehatan Bengkulu Selatan, M Redhwan Arif S Sos MPH, pihak Balai POM melakukan uji sampel takjil Sabtu (11/5) sore. Ada tiga titik pemantauan takjil yakni di pasar Ampera, Simpang Rukis dan Pasar Kutau. Makanan yang diuji sampelnya seperti bakwan, resol, pisang goreng dan makanan lainnya.“ Ada 44 sampel makanan takjil yang diuji sampelnya,” ujarnya.

Redhwan menjelaskan, adanya pengujian sampel tersebut untuk memastikan apakah menu buka puasa di Bengkulu Selatan mengandung bahan berbahaya seperti methanil yellow, rhomadim B, Formalin dan boraks. Sebab, jika makanan menu buka menggunakan bahan pengawet tersebut, dapat mengganggu kesehatan tubuh warga yang menyantapnya saat buka puasa. Sehingga menganggu ibadah warga saat ramadhan.

“ Adanya uji sampel ini,untuk memastikan menu buka puasa di Bengkulu Selatan tidak mengandung bahan berbahaya, sebab jika ada yang menggunakan bahan tersebut, dapat mengganggu kesehatan warga, pada akhirnya ibadah puasanya bisa terganggu,” beber Redhwan.

Redhwan juga mengimbau para pedagang takjil agar tidak memanfaatkan momen ramadhan ini, untuk mencari keuntungan denga jalan yang tidak baik. Dirinya berharap, agar jajanan yang dijual halal tanpa dicampur bahan kimia atau pengawet yang membahayakan tersebut.“ Kepada pedagang, saya harap selain mencari keuntungan, tetap utamakan ibadah dengan menjual jalanan yang halal,” harap Redhwan. (369)