Tak Terpengaruh Corona, Harga Jahe Merah di Bengkulu Stabil

FOTO RIFKY/BE – Pedagang Jahe merah dan aneka rempah-rempah di Pasar Tradisional Modern (PTM) Bengkulu.

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Merebaknya virus corona tak membuat harga jahe merah di Pasar Tradisional Modern (PTM) Bengkulu tidak menglami tren kenaikan harga.

Pasalnya di sejumlah daerah seperti Jakarta masyarakat banyak mengincar komoditas satu ini setelah dua Warga Negara Indonesia (WNI) dinyatakan positif terjangkit corona.

Berdasarkan pantauan Bengkuluekspress.com di Pasar PTM, Senin (9/3), harga jahe merah masih di kisaran harga Rp 50 ribu/kg. “Enggak naik mas, saya jual Rp 53 ribu/kg,” ujar Heri (46), penjual bumbu dapur.

Dilain pedagang harga jahe merah di pasar PTM masih dikatakan normal, pedagang mengaku mengatakan tidak ada peningkatan penjulan terutama pada jahe merah.

“Kalau sekarang harga masih normal mas, penjualan juga masih sepi, memang kabarnya sejumlah daerah jahe merah dibiru dan menyebabkan harganya melebihi harga daging,” terang Sumiati (37), pedagang aneka rempah-rempah tak jauh dari pedagang sebelumnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, H Herwan Antoni mengatakan, jahe merah mengandung antioksidan yang tinggi sehingga mampu mencegah radikal bebas yang menimbulkan kerusakan pada sel-sel tubuh.

Selain itu, setiap rimpang jahe mengandung 19 komponen bioaktif yang berguna bagi imun tubuh. Bahkan penelitian menyebutkan bahwa jahe merah memiliki fungsi sebagai antiinflamasi dan antioksidan, sehingga dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh dari serangan virus
maupun bakteri.

“Berdasarkan penelitian Dugasani pada 2010 dalam Comparative antioxidant and anti-inflammatory effects of gingerol dan shogaol, Jahe Merah mengandung gingerol dan shogaol yang terbukti memiliki kemampuan meningkatkan kekebalan tubuh supaya tidak terserang penyakit, bakteri dan virus berbahaya termasuk virus corona,” kata Herwan. (CW1)