Tak Mendukung, Jangan Pilih Lagi

KEPAHIANG, BE– Sikap anggota DPRD Kepahiang yang tidak mendukung program pemerintah daerah (Pemkab) Kepahiang disikapi keras Bupati Kepahiang Drs H Bando Amin C Kader MM. Bupati yang akrab disapa Bando ini meminta kepada masyarakat Kepahiang untuk tidak memilih kembali anggota dewan yang tidak mendukung program Pemkab dalam pemilihan anggota legislatif Pemilu mendatang. Hal itu disampaikannya karena dirinya sangat menyayangkan sekali adanya beberapa orang anggota DPRD yang terkesan tidak mendukung beberapa program Pemkab Kepahiang. Padahal, menurut bupati, program itu diyakini mampu menciptakan peningkatan pembangunan yang berperan penuh terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat kabupaten Kepahiang. Seperti program SILUNA (sengon, luak, buah naga). “Kalau ada anggota dewan yang tidak mendukung program pemkab jangan pilih lagi, termaksuk juga saya apabila tidak mendukung program pemerintah jangan pilih lagi,” ujar Bupati di hadapan peserta dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kabupaten di Guest House kemarin. Dikatakannya, sedikitnya ada sekitar 3 orang anggota dewan yang terkesan tidak mendukung program yang dicanangkan oleh Pemkab. Dimana terkait program itu beberapa anggota dewan tersebut justru hanya memojokkan saja. “Sebenarnya apa yang dilakukan anggota dewan yang tidak mendukung tersebut salah, karena kita di sini bekerja demi kepentingan masyarakat Kepahiang,” katanya.

Dikatakannya, dukungan dari dewan mengenai pemekaran desa di Kepahiang juga minim sekali. Karena dari sekian banyak pengajuan pemekaran desa tidak satupun desa yang dimekarkan. Padahal pemekaran desa itu mempercepat pembangunan dalam suatu daerah.
“Sebenarnya pemekaran desa juga suatu kunci kemajuan desa dimana desa yang telah dimekarkan, mereka menerima bantuan seperti PUAP sehingga laju pembangunannya pun menjadi lebih cepat,” ungkap Bando. Sementara itu, pada sesi tanya jawab Musrebangkab, anggota DPRD Kepahiang H Zainal SSos menyampaikan program IKUTT SILUNA saat ini belum terlalu menyentuh atau pun dirasakan kalangan masyarakat Kepahiang. Hal itu diketahuinya sewaktu pelaksanaan reses beberapa waktu yang lalu. “Pada waktu mengikuti Musrenbang di tingkat Kecamatan Bermani Ilir, dari sekian banyak desa yang mengajukan bibit sengon ataupun buah naga, hanya 2 desa dan sisanya tidak ada yang mengajukan program IKUTT SILUNA itu,” kata Zainal. Sedangkan soal pemekaran desa, lanjut Zainal, banyak desa yang diajukan untuk mekar itu tidak sesuai dengan aturan yang ada, selain itu juga masih terdapat permasalahan di lingkungan desa yang diajukan untuk mekar tersebut. Hal ini karena desa yang ingin dimekarkan tersebut tidak ada penduduknya. “Walaupun demikian kami sayangkan karena proposal pemekaran itu ditandatangani juga oleh camat setempat. Selain itu pengajuan pemekaran desa tidak memiliki kajian secara akademis, padahal ini salah satu syarat suatu desa bias dimekarkan,” terang Zainal.(505)