Tak Mau Hanya Bertahan

Indonesia v Arsenal

972402_3246923309546_258499171_nJAKARTA – Timnas senior kembali mendapatkan kesempatan untuk menguji kekuatan dengan tim asal luar negeri. Turun dengan nama Indonesia Dream Team, Boaz Salossa dkk akan menghadapi klub Liga Inggris Arsenal di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) nanti malam.
Menghadapi The Gunners, julukan Arsenal, bukan hasil yang diincar oleh pelatih Jacksen F Thiago. Dia ingin anak didiknya lebih bisa bermain pola permainan yang diharapkannya. Lebih tenang dengan pemahaman strategi secara maksimal seperti yang sudah diterapkan saat latihan.
Melawan Arsenal, lanjut Jacksen, sejatinya hanya sebuah sarana untuk target yang lebih jauh lagi, Pra Piala Asia 2015. Dimana, tim ini nantinya yang akan dibawa menghadapi Tiongkok pada 15 Oktober mendatang.
“Kami melihat ini sebagai kesempatan anak-anak untuk meningkatkan pemahaman bermain dan kerja sama. Serta adaptasi mereka sebagai sebuah tim,” katanya saat ditemui, kemarin (12/7).
Sebab, secara hitung-hitungan realistis Indonesia bukanlah tim yang selevel dengan Arsenal. Meskipun dulu pernah ditaklukkan 0-2 oleh klub Niac Mitra di Surabaya pada Juni 1983, level Arsenal kini sudah cukup berbeda. ”
Karena itu, Jacksen tak ingin anak didiknya bermain hanya fokus untuk bertahan karena lawan yang dihadapi Arsenal. Dia ingin, Boaz dkk juga berani untuk tampil menyerang, menguasai bola, tidak langsung membuang bola kedepan, tapi secara perlahan memainkan bola itu.
“Kami tidak mau hanya bertahan, saat kami dapat bola kami ingin menyerang. kehilangan bola, pemain juga harus cepat turun bertahan,” tuturnya.
Ditanya mengenai kekuatan Arsenal, pelatih asal Brazil tersebut mengakui sudah tahu bagaimana Arsenal. Hanya, bukan tujuannya untuk mempelajari permainan Arsenal, justru dari melawan Arsenal ini, dia ingin anak didiknya tak terbawa permainan lawan tetapi juga bisa menerapkan skema yang menjadi cara bermain Indonesia.
Sebab, secara kekuatan Arsenal dinilai oleh Jacksen lebih mumpuni dibanding Belanda untuk kekompakan bermain. Alasannya, Arsenal sudah lama berlatih bersama dengan skema yang sudah mengakar, sementara, Belanda baru berkumpul beberap hari dan belum terlalu kompak.
Skema yang akan mainkan nanti, diharapkan pelatih Persipura jayapura itu bisa dipahami dengan matang oleh para penggawa Indonesia. Sehingga, terlihat benar peningkatan performa tim dibanding saat kalah 0-3 dari Belanda Juni lalu.
Yang terpenting, lanjut dia, pemain mau lebih percaya diri dalam bermain, terutama sat memegang bola. Dengam begitu, serangan yang dilakukan tidak sporadis dan bisa lebih terbangun dengan rapi.
Sementara itu, striker naturalisasi Sergio Van Dijk juga mengakui bahwa melawan Arsenal akan lebih berat dibanding melawan Belanda. Sebab, laga pra musim ini menjadi ajang pelatih Arsenal Arsene Wenger untuk memantau pemain-pemain yang dipersiapakan sebagai tim inti untuk musim depan.
“Pasti lebih berat. Karena pemain Arsenal pasti berusaha untuk menunjukkan yang terbaik di depan pelatih untuk mendapat kesempatan menjadi pemain utama,” katanya saat ditemui usai menjalani latihan tadi malam.
Mengenai kekompakan timnas, Van Dijk menilai tim yang ada saat ini sudah cukup baik terutama saat melawan Belanda. Dia merasakan permainan Timnas lebih ”
Sayang, dalam sesi jumpa pers seblum pertandingan, kemarin (12/7), kubu Arsenal tidak datang karena merasa dusah cukup melakukan jumpa pers saat kedatangan. Karena itu, untuk melawan Indonesia, Arsenal yang sebelumnya menjanjikan untuk menurunkan pemain terbaik belum bsia dipastikan.
Tapi, dari pernyataan Pelatih Arsenal, Arsene Wenger, dia meyakinkan bahwa dalam ajang ini menjadi uji coba timnya. Bisa jadi, Wenger akan mencoba pemain-pemain terbaiknya untuk mendapatkan komposisi utama menjelang diputarnya Liga Inggris musim depan.
“Kami datang kemari bukan hanya memberikan pertandingan hiburan. Tapi laga ini juga kami manfaatkan untuk melihat bagaimana kesiapan pemain kami,” tuturnya.
Pemain Arsenal jack Wilshere juga menegaskan bahwa dalam pertandingan nanti, dia akan bermain dengan keras. Dia akan menunjukkan bagaimana gaya permainan Arsenal selama ini kepada para fans Arsenal yang menonton di Indonesia. (aam)