Tak Hanya Lombok, Bengkulu Juga Rawan Gempa

132844_98908_gempa_besar
Foto : IST
Bengkulu Pernah Alami Gempa 7,9 SR

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Kejadian gempa 7,0 SR di Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Minggu (5/8) kembali mengingatkan bahwa Bengkulu juga sebagai daerah rawan Gempa. Bahkan mengacu pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Bengkulu pernah mengalami gempa dahsyat 7,9 SR di 159 km Barat Daya Bengkulu kedalaman 10 KM pada 2007 lalu.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kepahiang Provinsi Bengkulu, Litman ST mengaku, sama halnya dengan lombok, Bengkulu juga sudah ditetapkan sebagai wilayah rawan gempa bumi. Hal ini karena Bengkulu berada di jalur lempeng tektonik yaitu indo-Australia ke lempeng Eurasia.



“Karena itu, potensi gempa di Bengkulu juga pasti ada, bahkan selalu terjadi,” kata Litman, kemarin (6/8).

Litman mengatakan, berdasarkan data yang diperoleh BMKG, hampir setiap hari Provinsi Bengkulu mengalami gempa tektonik. Hanya saja besaran gempa tersebut masih dibawah 5 SR. “Kebanyakan gempanya tidak terasa atau kecil karena masih dibawah 5 SR mulai dari 2,3 hingga 3 SR,” ujar Litman.

Diakui Litman, sumber utama gempa di Bengkulu berasal dari dua hal, pertama laut dan kedua adalah patahan atau sesar sumatera. Patahan atau sesar sumatera di Bengkulu berada tiga segmen yaitu Ketahun Bengkulu Utara, Mukomuko dan Manna Bengkulu Selatan.”Karena patahan atau sesar Sumatera, Bengkulu tidak bisa lepas dari gempa bumi,” ungkap Litman.

Untuk itu, pihaknya berharap kepada masyarakat agar selalu waspada dan tidak panik saat terjadi gempa. Karena berdasarkan pengalaman yang terdahulu, banyaknya korban akibat disebabkan oleh masyarakat yang panik saat gempa bumi terjadi. “Kalau ada gempa tidak perlu panik, karena gempa tidak membunuh tetapi reruntuhan bangunan yang harus diwaspadai,” tutupnya.

Kepala BPDB Provinsi Bengkulu, Soemarno mengatakan, agar masyarakat tenang dan waspada terhadap gempa yang bisa kapan saja terjadi di wilayah Bengkulu. Selain itu pihaknya juga berharap dengan adanya kejadian di Lombok membuat masyarakat untuk belajar bagaimana mempersiapkan diri sewaktu bencana gempa bumi terjadi di Bengkulu. “Jadikan apa yang terjadi di Lombok sebagai pelajaran, jangan nanti pas ada gempa malah masyarakat tidak siap,” ujar Soemarno.

Ia juga meminta masyarakat untuk tidak percaya isu ataupun berita yang tidak benar yang menyatakan adanya sunami setelah terjadinya gempa. Hal tersebut untuk mencegah munculnya korban jiwa akibat kecelakaan dan sebagainya.

“Kami selalu memberikan informasi jika ada bencana gempa ataupun sunami mengancam masyarakat, jadi jangan percaya isu ataupun berita hoax setelah gempa bumi terjadi,” tukasnya.(999)