Tak Hafal Jalan, Mobil Masuk Jurang di Lebong


IST/BE
KONDISI :Terlihat kondisi mobil yang terjatuh kedalam jurang sedalam 50 meter.

LEBONG,bengkuluekspress.com– Diduga tidak mengetahui kondisi jalan di Desa Talang Ratu Kecamatan Rimbo Pengadang Kabupaten, mobil jenis Toyota Hilux berwarna hitam dengan nomor polisi BD 9367 AT masuk kedalam jurang sedalam lebih kurang 50 meter.
Data terhimpun, kejadian lakalantas masuknya mobil kedalam jurang tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 WIB, Minggu (02/05). Mobil tersebut dikemudikan Bambang Sudarwito (49) warga Perumahan Cempaka Permai Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu bersama Muladi (43) warga Kebun Tebeng Kota Bengkulu.

Pada saat itu mobil melaju dari arah Muara Aman menuju arah Kabupaten Rejang Lebong. Pada saat melintas di kawasan Desa Talang Ratu Kecamatan Rimbo Pengadang, mobil lepas kontrol yang diduga sopir tidak mengetahui kondisi jalan. Sehingga mengambil bahu jalan yang ternyata tidak memiliki pengaman atau penghalang yang diketahui jurang yang kedalamannya mencapai 50 meteran. Seketika itu juga mobil terperosok dan terguling kedalam jurang, akibatnya sopir mengalami luka pinggang, serta luka dibagian pinggang dan kepala. Sementara korban Muladi juga megalami luka robek di bagian kepala. Sementara itu, warga yang kebetulan melintas mengetahui hal tersebut dan langsung memberikan pertolongan kepada kedua korban dibantu aparat kepolisian dari Polsek Rimbo Pengadang.

Kapolres Lebong, AKBP Ichsan Nur SIk melalui Kapolsek Rimbo Pengadang, IPDA M Hasan Basri mengatakan, bahwa kedua korban sudah mendapatkan pertolongan dan dibawa ke Rumah Sakit (RS) Anissa Curup. Karena kondisi para korban yang harus mendapatkan perawatan intensif.
“Ini Lakalantas tunggal dialami kedua korban,” sampainya, Minggu (02/05).
Sementara itu, sambungnya, untuk kendaraan korban saat ini masih berada di dasar jurang dan dalam waktu dekat akan diupayakan untuk dilakukan penderekan, pengamanan sementara kendaraan korban. Dimana akibat kejadian ini setidaknya mengalami kerugian material lebih kurang Rp 50 juta.
“Saat ini penyebab lakalantas diduga sopir lepas control, namun nanti akan kita dalami lagi setelah korban sudah mendapatkan penanganan medis,” ujarnya.

Ditambahkan Kapolsek, untuk kondisi kawasan jalan sendiri memang tepat di sampingnya jurang dan memang sangat membahayakan pengguna jalan terutama yang tidak mengetahui kondisi jalan. Untuk itulah sebelumnya kawasan tersebut sudah pernah dipasang police line agar bisa dilihat oleh pengguna jalan.
“Sudah beberapa kali kami pasang police line dan rambu-rambu oleh dinas terkait,” ucapnya.(614)