Tak Ada Kolam Renang, Siring Paul pun Jadi

PERIBAHASA tak ada rotan akarpun jadi, tampaknya juga diberlakukan oleh masyarakat Kota Arga Makmur yang memiliki hobi berenang.

  Saat kolam renang di Kemumu tidak dibuka untuk umum selama beberapa waktu lamanya akibat tidak adanya pengelola, masyarakat kota Arga Makmur saat ini memanfaatkan lokasi saluran irigasi (siring, red) Paul di Kelurahan Kemumu  untuk dijadikan layaknya kolam renang.

Air yang sangat jernih serta pemandangan yang sangat alami menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.
Bagaimana aktivitas mereka?  Simak tulisan berikut;

JAMAL MA’ARIF, Arga Makmur
BAGI masyarakat kota Arga Makmur, lokasi irigasi (siring, red) Paul yang berada di Kelurahan Kemumu, saat ini menjadi lokasi favorit warga untuk berenang.  Dengan kondisi air yang jernih yang bersumber dari mata air pegunungan, menjadikan lokasi pemandian ini ramai dikunjungi warga setiap harinya.  Puncaknya jika pada hari Minggu, lokasi ini dipenuhi oleh anak-anak muda dan orang dewasa yang ingin menyalurkan hobi berenangnya ataupun menikmati pemandangan alam kawasan hutan lindung Kemumu. Dengan kedalaman air sekitar 1 meter, saluran irigasi Paul dianggap cukup ideal untuk aktivitas berenang karena tidak khawatir akan tenggelam walaupun air yang mengalir cukup deras.

Untuk menuju lokasi ini, warga tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun karena berada di lokasi pemukiman warga yang berbatasan dengan kawasan hutan lindung. Dengan panjang lokasi irigasi mencapai hampir 1 KM, warga yang mandi sungai bisa menikmati berenang di sungai yang bersih yang masih alami.  Belum lagi adanya terowongan sepanjang 500 meter di lokasi saluran irigasi yang bisa dilewati pelampung menjadikan lokasi ini seperti pemandian water boom alami.  Menurut Joni, salah seorang warga yang sering berkunjung di lokasi pemandian Paul, lokasi ini dahulunya tidak cukup ramai untuk dijadikan lokasi pemandian warga. Namun dikarenakan kolam renang di Kemumu tidak beroperasi lagi, lokasi saluran irigasi Paul menjadi lokasi alternatif yang ramai di kunjungi oleh warga.
“Hanya 15 menit dari kota Arga Makmur sudah bisa berenang di sungai yang masih alami dan gratis,” ucap Joni warga Taba Tembilang Kota Arga Makmur.

Ramainya lokasi pemandian Paul tersebut tampaknya juga menjadi incaran pelaku tindak kejahatan. Seperti yang terjadi pada Jumat kemarin, satu unit sepeda motor milik warga yang sedang mandi sungai dicuri oleh maling. Lokasi parkiran sepeda motor yang cukup jauh dan tidak adanya pengawasan memang menjadi celah bagi pelaku kejahatan untuk menjalankan aksinya. Berkaitan dengan keberadaan lokasi pemandian Paul, setidaknya pemerintah daerah bisa memberikan perhatian dengan memberikan akses berupa jalan yang layak karena selama ini jalan menuju lokasi tersebut masih berlantai tanah. “Jika bisa dikelola dengan benar, lokasi ini bisa menjadi obyek wisata alternatif bagi masyarakat,” terang Joni. (**)