Tak Ada Jamaah Indonesia yang Jadi Korban

Kantor Misi Haji Indonesia daerah kerja Makkah memastikan tak ada jamaah calon haji Indonesia yang menjadi korban dalam kecelakaan bus sholawat di pintu Terowongan Mahbas Jin, pada pukul 04.15, Senin (8/10).

Kepala Seksi Transportasi Daerah Kerja Makkah, Deny Kusdiyana, mengatakan, korban tewas akibat peristiwa itu adalah petugas kebersihan dan jamaah dari Pakistan.”Petugas kami sudah mengecek di lapangan dan rumah sakit, tak ada jamaah kita yang menjadi korban,” ujarnya. Ke-18 jamaah yang mengalami luka-luka juga berasal dari Pakistan.

Menurut Deny, bus yang terguling itu adalah bus Saptco yang disediakan untuk mengantar jamaah dari pemondokan di Mahbas Jin ke Masjidil Haram.

Bus tersebut, kata dia, bisa dinaiki jamaah haji dari berbagai negara. Sejak Sabtu (6/10), Saptco memberlakukan sistem shuttle bus. Dengan demikian, bendera negara yang tertempel di bus dihilangkan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Pos Transportasi Indonesia di Bab Ali, Muchlis Muhtar, mengatakan, ketika bus terguling terdengar benturan keras. ”Saat itu saya berada 20 meter dari lokasi kejadian,” papar Muchlis kepada wartawan. Bus, kata dia, terguling setelah menabrak tiang listrik.

Posisi bus, kata dia, posisi pintunya berada di bagian atas. Bus bernomor U2589 itu, tutur Muchlis, dikemudikan oleh sopir dari Sudan. ”Kaki sopirnya patah,” kata dia.

10 menit kemudian, empat ambulans langsung mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat. Mobil derek juga langsung meluncur ke lokasi kejadian.

Terowongan Mahbas Jin langsung ditutup dan jamaah calon haji diminta untuk shalat di pemondokan. Terowongan ditutup hingga pukul 07.00 waktu Arab Saudi.(**)