Tak Ada Indikasi Kecurangan UN

MUKOMUKO, BE – Provinsi Bengkulu mendapatkan indek integritas paling tinggi dalam pelaksanaan ujian nasional (UN) tingkat SLTA sederajat. Namun Provinsi Bengkulu masih terindikasi ada kecurangan sebesar 12 persen.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Mukomuko, Dra Nurhasni MPd dihubungi Bengkulu Ekspress, kemarin (17/5) sore mengaku belum mengetahui ada daerah yang terindikasi curang. Kendati demikian, ia sangat memastikan khusus dijajarannya dalam pelaksanaan UN tidak ada kecurangan. “Dari 12 persen terindikasi ada curang itu untuk se- Provinsi Bengkulu. Khusus di Kabupaten Mukomuko tidak termasuk didalamnya. Kita pastikan tidak ada kecurangan,” tegas Nurhasni.

Ditanya terkait nilai rata – rata UN di Kabupaten Mukomuko masuk dalam urutan kedelapan dari 10 kabupaten/kota. Dia mengatakan daerah itu naik peringkat. Jika dibandingkan tahun lalu berada diposisi peringkat sembilan dari 10 kabupaten/kota. Meskipun naik peringkat, katanya, dari hasil UN nilai belum bagus. Hal tersebut menjadi evaluasi jajarannya dalam dunia pendidikan di Kabupaten Mukomuko. “Jika nilai rata – rata 45.20 itu masih rendah dan belum bagus,” kata Nurhasni.

Kendati demikian dengan hasil tersebut membuktikan masih banyak yang harus dilakukan evaluasi dan menjadi tantangan lebih berat kedepannya. Karena dalam pendidikan tidak serta merta hanya bisa dilakukan salah satu pihak saja. Tetapi semuanya termasuk masyarakat luas yang juga harus ikut terlibat. Nilai rata – rata yang masih kurang baik itu, kata Nurhasni, menjadi evaluasi jajarannya secara menyeluruh dan dilihat dimana kelemahan dan apa peyebabnya. Karena banyak faktor yang menyebabkan. Mulai dari minimnya sarana dan prasarana, tata cara guru yang mengajar, pelajar itu sendiri dan lainnya.

“Semua akan kita evaluasi. Karena dalam memajukan pendidikan tidaklah mudah seperti membalikan telapak tangan. Yang jelas hasil yang telah diperoleh adalah hasil yang benar – benar dilakukan sendiri oleh pelajar dan tidak ada kecurangan,” kata Kadispendikbud .

Pelajar yang melanjutkan pendidikan dan masuk ke universitas – universitas ternama, tambah Nurhasni, hal tersebut tergantung dari great universitas yang bersangkutan. Dan, ada universitas yang hanya melihat dari nilai raport dan pelajar itu diterima di universitas yang bersangkutan. “Meskipun nilai UN rendah, sedangkan nilai raport bagus. Pelajar itu bisa mendaftar dan diterima di universitas di dalam maupun laur Provinsi Bengkulu. Yang jelas pelaksanaan UN di daerah ini dipastikan tidak ada kecurangan,” demikian Nurhasni. (900)