Tak Ada Ampun Bagi Siswa Narkoba

Bengkulu
ERICK/Bengkulu Ekspress PENGURUS : Pengurus Satgas Narkoba SMKS Al Yasir 18 saat dideklarasikan mendukung program anti narkoba

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Tak ada ampun dan toleransi bagi siapa saja siswa terlibat narkotika di Sekolah Menengah Kejuruan Swasta (SMKS) 18 Al Yasir Kota Bengkulu. Jika terbukti sebagai pemakai ataupun pengedar narkoba dikeluarkan dari sekolah.

Kepala SMKS 18 Al Yasir Novi Dwi Lestari SSi mengatakan kepada Bengkulu Ekspress kemarin (16/1), “Kalau ada yang terbukti pasti akan kita keluarkan.”

Namun demikian, pihak sekolah memiliki kebijakan terhadap siswa yang apabila terbukti masuk dalam jaringan narkoba. Pastinya menyerahkannya terlebih dahulu kepada pihak berwajib, dalam hal ini Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bengkulu untuk melakukan penyelidikan jika ada siswa yang terlibat. Untuk mengetahui kandungan narkotika dan penyebab adanya kandungan narkotika di tubuh siswa.

“Kita tidak bisa langsung memvonis dan serta merta langsung mengeluarkan siswa, tunggu penyelidikan dari pihak yang berwajib terlebih dahulu,” ujarnya.
SMKS 18 Al Yasir telah mendeklarasikan pembentukan satuan tugas (satgas) anti narkoba pada 2016.

Dibentuknya satgas narkoba dikalangan para siswa SMKS 18 Al Yasir, yang memiliki jurusan Farmasi dan Perawat gigi ini, salah satu cara sekolah melindungi siswanya, serta mendukung program pemerintah perang terhadap narkoba yang telah beredar disemua kalangan.

Sebanyak 18 orang pengurus baik dari pihak guru maupun siswa SMKS 18 Al Yasir telah dikukuhkan sebagai satgas narkoba.

Untuk diketahui, para pengedar narkotika saat ini sangat gencarnya mempengeruhi para remaja atau penerus bangsa ini agar terjerumus di lingkungan narkotika. Untuk itu, dengan telah dibentuknya satgas narkoba, bisa dipastikan bahwa SMKS 18 Al Yasir sangat anti dengan narkotika.

Sementara Pembina Satgas Narkoba SMKS 18 Al Yasir Zelvi Marlena Maisman Amd Far menuturkan, dirinya sangat bersyukur karena semenjak diresmikannya SMKS 18 Al Yasir 2013 hingga sekarang tidak ada siswa yang terlibat atau terjaring dalam genggaman narkoba. Apalagi SMKS 18 Al Yasir sekolah kesehatan, sehingga mengenai apa itu narkotika sudah dipelajari dan dipahami setiap siswa.

“Untuk itu kita harapkan tidak ada siswa kita yang terlibat dengan bahayanya narkotika dan jangan sampai terjadi,” harapannya.
Zelvi menambahkan, untuk mengetahui para siswanya mengkonsumsi narkoba, pihaknya secara rutin sering melakukan tes narkoba. Apalagi SMKS 18 Alyasir telah mendapatkan bantuan sebuah alat dariĀ  BNNP Bengkulu, untuk mengecek urin apakah megandung narkotika atau tidak.

“Untuk alat tes urine kita telah diberikan,” ujarnya.

Selain telah membentuk satgas narkoba, cara lain yang bisa membantu para siswa SMKS Al Yasir terhindar dari narkoba, sekolah selalu mengadakan pengajian dan salat bersama, terutama setiap Sabtu. Dengan lebih didekatkannya para siswa kedalam keagaman, diharapkan mereka (siswa) bisa lebih religius dan bisa menghindari narkotika. (614)