Tahanan Dipukul di Dalam Lapas

TUNJUKAN: Adik korban penganiyaan, Yunita Purnamasari saat menunjukan barang bukti baju dan kain kakaknya yang penuh darah saat melapor ke Polda Bengkulu.
TUNJUKAN: Adik korban penganiyaan, Yunita Purnamasari saat menunjukan barang bukti baju dan kain kakaknya yang penuh darah saat melapor ke Polda Bengkulu.

BENGKULU, BE – Seorang tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Kota Bengkulu, Yendri Saputra (26) dipukul oleh narapidana (Napi) berinisial DN dan temannya. Akibatnya, korban mengalami luka lebam di bagian muka, mengeluarkan darah dari hidung dan mulut serta sakit dibagian perutnya. Kejadian ini, terjadi pada hari Sabtu (31/10) sekitar pukul 17.00 WIB. Hal itu, membuat adik korban, Yunita Purnama Sari melapor ke Polda Bengkulu, kemarin (1/11).

Kepada BE, Yunita Purnama Sari (23) mengatakan, penganiayaan yang dialami oleh kakak tersebut atas suruhan warga Curup Kabupaten Rejang Lebong yang dendam terhadap korban.

“Kakak saya itu dikeroyok oleh 2 orang Napi disana, kabarnya disuruh oleh orang curup yang dendam masalah pada tahun 2008 yang lalu, padahal kakak saya tidak terlibat,” jelasnya.

Yunita menambahkan, bahwa kakaknya ketika selesai dilakukan penganiyaan oleh pelaku, hingga hari Minggu bagian mulut dan hidungnya masih mengeluarkan darah. Sedangkan untuk pengobatannya hanya diberi obat seadanya oleh pihak Lapas.

“Tadi saja (kemarin,red) waktu kami besuk, dia masih mengeluarkan darah dari mulutnya,” akunya.
Karena tidak terima atas penganiyaan tersebut, Yunita mendatangi Mapolda Bengkulu untuk melaporkan kejadian tersebut. Saat melapor,

Yunita membawa barang bukti (BB), berupa satu lembar baju dan sarung milik korban yang masihberlumuran darah.

“Ini pak salah satu buktinya, baju dan kain kakak saya penuh dengan darah,” ucapnya, sambil menunjukan kepada penyidik di Subdit Jatanras Direktorat Reskrim Umum Polda Bengkulu.

Korban Yendri Saputra merupakan tahanan yang masih menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu atas kasus penganiayaan yang terjadi di depan Hotel Rindu Hati, kawasan objek wisata Pantai Panjang.
Sedangkan, pihak Polda belum berhasil dikonfirmasikan terkait laporan tersebut. Begitu juga dengan Kalapas Kelas II A Bengkulu. (614)