Tabrak Pintu Mobil, PNS Tewas

ARGAMAKMUR, BE – Kecelakaan maut kembali terjadi di Kota Argamakmur, kali ini seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Bengkulu Utara (BU), Eti Marlianti (41) tewas setelah sepeda motor yang ia kendarai menghantam pintu mobil. Korban yang tinggal di Jalan RA Kartini, Kecamatan Argamakmur, Kabupaten BU ini mengalami kecelakaan sekitar pukul 07.35 WIB, Selasa (19/5). Sepeda motor Yamaha Mio Soul Nopol BD 3987 DS milik korban mengantam mobil Toyota Kijang LGX Nopol BD 1576 MZ yang dikemudikan Ratna Indriasari (40) warga Perumnas, Kecamatan Argamakmur.

Lokasi korban kecelakaan di Jalan M Yamin, Kota Argamakmur tepatnya didepan Taman Kanak-kanak (TK) Kandepag. Kronologis kejadian, mobil yang dikendarai Ratna Indiasari berhenti di depan TK Kandepag, hendak mengantarkan anaknya. Saat membuka pintu bertepatan dengan korban yang melintas menggunakan sepda motornya hendak pergi kekantor. Tabrakanpun tidak bisa dihindari, korban langsung terpental kearah kanan badan jalan sejauh dua meter. Kerasnya benturan mengakibatkan helm yang digunakan korban terlepas sehingga kepala korban mengalami luka dalam, telinga korban pun mengucurkan darah segar.

Korban sempat dibawa kke RSUD Argamakmur untuk mendapatkan pertolongan, namun karena luka yang diderita cukup fatal korban tidak bisa diselamatkan.

Kecelakaan diduga karena human error, pengemudi mobil tidak melihat ke arah spion terlebih dahulu saat hendak membuka pintu mobilnya.

Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Hendri H Siregar SIK melalui Kasat Lantas Iptu Johari Fitri Casdy didampingi Kanit Laka, Aiptu G Afandi mengatakan masih melakukan penyelidikan untuk menyelesaikan kasus kecelakaan ini. Untuk korban sudah dibawa ke rumah duka untuk segera dimakamkan. Sementara pengemudi mobil masih dimintai keterangan lebih lanjut.

“Korban sudah dibawa ke rumah duka untuk segera dimakamkan di TPU setempat. Tidak bisa diselamatkan karena luka yang diderita parah. Barang bukti berupa kendaraan yang terlibat kecelakaan sementara sudah kami amankan guna penyelidikan lebih lanjut,” demikian Kanit Laka.(167)