Tabrak Lari, Pelajar Tewas

ASRI/BE
BB: Inilah barang bukti (BB) sepeda motor korban tabrak lari hingga menyebabkan korban tewas.

KEDURANG ILIR, Bengkuluekspress.com – Kecelakaan lalu lintas dengan korban tewas kembali terjadi di jalan raya dalam wilayah Bengkulu Selatan (BS). Kali ini korbannya, Pandu Putra Wancu (17), salah satu SMA sederajat di BS.

Pelajar malang yang merupakan warga Desa Air Sulau, Kedurang Ilir ini tewas setelah sepeda motornya Honda Sonic BD 3098 MF ditabrak lari oleh satu unit mobil yang diduga Toyota Avanza warna hitam.

Adapun kejadian korban tabrak lari tersebut, Minggu (5/7) sekitar pukul 16;40 WIB di jalan raya Desa Air Sulau, Kedurang Ilir.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka robek pada bagian kepala, tangan,telapak kaki dan juga jempol kaki sebelah kiri putus.

Sepeda motor mengali luka lecet pada bagian depan dan bodi sebelah kanan.

Kapolres BS, AKBP Deddy Nata SIK melalui Kasat Lantas, AKP Iskandar SH mengatakan, kronologis kejadian korban tabrak lari hingga menyebabkan korban tewas berawal, saat itu korban yang mengendarai sepeda Motor Honda Sonic melintas dari arah manna menuju kaur.

Kemudian dari arah berlawanan, datang mobil Avanza warna hitam dari arah kaur menuju manna.

Hanya saja pengemudi dan plat mobil tidak diketahui. Mobil tersebut diduga mengambil lajur motor dan menabrak sepeda motor yang dikemudikan korban.

Setelah kejadian tersebut, warga ramai keluar, sedangkan pengendara mobil tidak menghiraukan korban yang tergeletak dan langsung kabur ke arah Kota Manna.

Untuk identitas sopir mobil, sambung Iskandar belum diketahui. Sebab saat kejadian arus lalu lintas sedang sepi.

Sedangkan warga di sekitar kejadian tidak mengenali sopir dan mobil yang menabrak korban.

Sebab setelah kejadian mobil tersebut langsung kabur ke arah Kota Manna. Sedangkan warga hanya mengenali jenis mobil yaki avanza warna hitam tanpa mengetahui plat mobilnya.

“Spion mobil lepas, namun sampai saat ini kami belum mengetahui identitasnya, korban sudah dikebumikan di tempat pemakaman umum desa sempat,” ujar Iskandar. (369)