Tabligh Akbar Polres Bengkulu

RIO/Bengkulu Ekspress ISTIGASAH: Ulama ternama Gus Muwafiq yang juga tokoh muda NU memberikan tausiah dalam kegiatan istighosah dan tabliq akbar yang diselenggarakan Polres Bengkulu, Rabu (13/3).

Gus Muwafiq Bius Masyarakat

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Ratusan masyarakat Kota Bengkulu, memadati kegiatan istigasah dan tabligh akbar yang digelar di Mapolres Bengkulu, kemarin (13/3). Kegiatan ini digelar guna menjalin Ukhuwah Islamiyah guna tercapainya kamtibmas jelang Pemilu 2019. Wajar saja masyarakat berbondong-bondong datang, kaerna Polres Bengkulu mengundang dai kenamaan KH Ahmad Muwafiq atau kerap dipanggil Gus Muwafiq sebagai penceramah.

Masyarakat antusias dengan ceramah tentang peradaban manusia yang disampaikan Gus Muwafiq dengan bahasa yang ringan sehingga mudah dipahami masyarakat. Apalagi saat menyampaikan ceramah tersebut sesekali Gus Muwafiq menambahkan lawakan.

“Manusia itu makhluk ciptaan Allah paling sempurna, tidak ada yang bisa mengalahkan manusia. Yang bisa mengalahkan manusia itu hanya ngantuk,” jelas Gus Muwafiq yang disambut tawa peserta istigasah.

Lebih lanjut, Gus Muwafiq menyampaikan, ceramah yang pada intinya semua umat manusia dan beragama harus rukun dan saling menghargai. Tidak pandang suku dan agama, manusia harus tetap rukun. Terlebih lagi sebentar lagi Indonesia akan menggelar Pemilu, dimana harus mengutamakan ketertiban dan keharmonisan serta rasa saling menghargai.

Bukti jika manusia harus menghargai sudah diberikan Allah sejak Nabi Adam dan Siti Hawa bertemu di Jabal Rahmah. Karena, setelah pertemuan tersebut, keturunan Nabi Adam dan Siti Hawa menyebar ke seluruh penjuru dunia dengan penampilan wajah yang berbeda-beda di setiap benua. Meski berbeda, Allah sudah memberikan perintah agar manusia pengertian atau menghargai antar sesama.



“Meski demikian sampai sekarang saya tidak menemukan dalil kenapa manusia berbeda-beda bentuk tubuh dan mukanya setelah menyebar ke berbagai belahan dunia. Eropa tinggi, asia kecil dan Indonesia paling lengkap karena terdiri dari suku dan agama berbeda-beda,” imbuh Gus Muwafiq.

Gus Muwafiq juga menyinggung tradisi Tabut yang menurutnya sebagai ajaran Islam murni untuk mengenang wafatnya cucu Nabi Muhammad. Gus Muwafiq juga menyinggung sosok Fatmawati yang menurutnya wanita paling cantik di Indonesia.Kapolda Bengkulu Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Drs Supratman mengatakan, menjelang Pemilu 2019, seluruh masyarakat harus menggunakan hak pilih sesuai hati nurani masing-masing.

Jangan hanya karena Pemilu sesama umat beragama, suku tidak bertegur sapa atau menjadikan hubungan tidak harmonis.  “Jangan karena pemilu kita tidak bertegur sapa, menjadikan hubungan kita tidak harmonis antar sesama,” ujar Kapolda. Kapolda menjamin Provinsi Bengkulu dan Kota Bengkulu, khususnya masih aman. Bahkan Kapolda menjamin keamanan wilayah Kota Bengkulu, menjelang Pemilu 2019, pada 17 April nanti.

Menurut Kapolda, hal yang harus menjadi perhatian terkait media sosial yang kerap membuat berita hoax. Masyarakat harus benar-benar menyaring semua pemberitaan di media sosial agar tidak menjadi korban berita hoax. “Hoax itu luar biasa, jika kita tidak hati-hati.

Harus hati-hati dengan berita hoax karena bisa menghancurkan kita,” pungkas Kapolda. Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi, yang memimpin deklarasi Pemilu damai 2019. Selain itu pejabat utama (PJU) Polda Bengkulu dan beberapa pimpinan Universitas Islam di Bengkulu, juga hadir dalam kegiatan istigasah dan tabligh akbar tersebut.(167)