Survei Pilkada Lebong, Responden Belum Tentukan Pilihan

SAMPAIKAN : Direktur Eksekutif IPO Institute, Ahmad Muhaimin MSi ketika menyampaikan hasil survei mereka pada pemilihan Bupati dan wakil Bupati Lebong.

LEBONG, bengkuluekspress.com  – Dari hasil survei yang dilakukan oleh salah satu lembaga survei yaitu Indonesia Publik Opinion Institute (IPO Institute) asal Palembang, mendapati dari total 400 orang responden yang diambil secara acak untuk pelaksanaan pemilihan Bupati dan wakil bupati Lebong, hasilnya didominasi angka suara mengambang (Swing Votters) yang mencapai 28,25 persen.

Hasil sendiri didapat setelah dilakukan survei dengan cara metode sampling stratified random sampling, dengan mengambil 400 responden yang tersebar di 40 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 12 Kecamatan Kabupaten Lebong secara acak dan dilaksanakan pada tanggal 11-13 November 2020.

Dalam survei yang dilakukan dengan Margin of error atau toleransi kesalahan mencapai 4,9 persen pada tingkat kepercayaan. Dengan demikian, pergeseran dalam perolehan suara bisa saja saja terjadi dari masing-masing paslon dengan kata lain bisa saja berkurang 4,9 persen atau bertambah 4,9 persen bagi masing-masing paslon.

Direktur Eksekutif IPO Institute, Ahmad Muhaimin MSi ketika bertemu dengan awak media mengatakan bahwa besarnya swing Votters di Kabupaten Lebong pada pelaksanaan Pilkada tahun 2020 ini memang cukup besar.

“Untuk persentasinya cukup jauh melebihi capaian dari ke 4 paslon,” sampainya, Kamis (19/11)

Besarnya swing votters dari hasil survei yang dilakukan, disebabkan beberapa faktor yaitu masih menunggu imbalan (bentuk barang ataupun uang), karena responden bersetatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kepala Desa (Kades) , Karyawan Perusahaan milik pemerintah maupun sawsta serta mereka adalah mahasiswa.

“Sehingga mereka masih menjaga kerahasiaan pilihan mereka,” ujar, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang.

Masih tingginya swing votters dari para pemilih, maka bisa memberikan kesempatan bagi para paslon untuk meningkatkan strategi mereka untuk meyakinkan para pemilih agar bisa memilih mereka. Karena semua paslon memiliki kesempatan yang sama bisa dipilih jika mereka mampu menarik para pemilih.

“Dimana dari pengalaman mereka selama ini, untuk swing votters biasanya terbagi rata kepada masing-masing Paslon,” ucapnya

Untuk diketahui, dari hasil survei yang mereka lakukan pada elektabilitas tertutup didapat para responden memilih paslon nomor urut 4 yaitu Teguh Raharjo Eko Purwoto-Nasirwan Toha dengan raihan 26.75 persen, selanjutnay paslon nomor urut 3 Kopli Ansori-fahrurrozi sebesar 15,50 persen, paslon nomor urut 2 Armansyah Mursalin_masropen Iriadi 15,00 persen dan paslon nomor urut 1 Dalhadi Umar-Wawan Fernandez sebesar 14,50 persen. Sama halnya pada elektabilitas terbuka dengan menyampaikan secara langsung hasilnya juga sama Paslon nomor 4,3,2 dan 1.  “Yang belum menentukan pilihan juga masih tertinggi,” sampainya. (614)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*