Supir Ngantuk, Pikap Masuk Siring

Bakti/Bengkulu Ekspress
NYUGSEP: Diduga mengantuk, mobil Pikap masuk siring di Desa Karang Tengah, Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Benteng, sekitar pukul 10.30 WIB, Jumat (11/1) kemarin.

TABA PENANJUNG, Bengkulu Ekspress– Peringatan kepada seluruh pengguna kendaraan untuk menjaga konsentrasi saat mengemudikan kendaraan. Jangan sampai, kelalaian berkendara menjadi pemicu terjadinya kecelakaan lalu lintas (lakalantas).

Kali ini, sebuah mobil jenis Pikap dengan nopol BD 9472 D yang dikemudikikan oleh Muslihan (50), warga Desa Keban Agung, Kecamatan Bermani Ilir, Kabupaten Kepahiang menjadi korbannya.Mobil yang dikemudikannya terperosok kedalam siring dan menghantam tebing pada jalan lintas yang berada di Desa Karang Tengah, Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Benteng, sekitar pukul 10.30 WIB Jumat (11/1) kemarin.

Tak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut, hanya saja mobil yang Pikap tersebut mengalami pecah kaca pada bagian depan. Sedangkan, sang supir mengalami luka robek pada bagian kepala sebelah kiri akibat terbentur stir mobil.

“Tak ada korban jiwa, supir hanya mengalami luka ringan (luring). Karena mengaku pusing, korban langsung dilarikan ke RSUD Kabupaten Benteng untuk mendapatkan pengobatan,” kata Kapolsek Taba Penanjung, Iptu Kadi Kartijo SIK, melalui Bhabinkamtimas, Aipda Anis Kartiko Buwono, kemarin.

Dijelaskan Anis, kronologis kecelakaan berawal dari mobil Pikap melaju dari arah Kota Bengkulu menuju Kabupaten Kepahiang. Korban yang berniat pulang ke rumah seketika mengalami kecelakaan saat melintasi tempat kejadian perkara (TKP) yang memang dalam keadaan menikung. Supir yang saat itu dalam kondisi ngantuk berat seketika senyap (kehilangan konsentrasi) dan kehilangan kendali. Dampaknya, mobil langsung keluar jalur dan masuk ke dalam siring.

“Untuk melakukan evakuasi, kami terpaksa meminta bantuan kendaraan yang sedang melintas untuk menarik mobil yang terperosok,” kata Anis.

Menghindari peristiwa kembali terulang, Anis mengimbau kepaa seluruh pengguna kendaraan untuk lebih berhati-hati. Jangan sampai, kondisi yang tak memungkinkan mengakibatkan Lakalantas. “Jangan memaksakan diri jika sedang dalam kondisi mengantuk. Selain akan mengancam keselamatan diri sendiri, kecelakaan bisa membuat orang lain menjadi korban,” imbau Anis.(135)