Supaya Rakyat Tak Malas

MUKOMUKO, BE– Kabupaten Mukomuko adalah satu-satunya daerah yang menolak beras untuk rakyat miskin atau raskin meski sekitar 25 persen penduduknya masih terkategori miskin. Penolakan itu bukan tanpa alasan. Bupati MM Drs H Ichwan Yunus CPA MM menegaskan, itu dilakukan untuk mendidik masyarakat MM menjadi orang yang tidak malas lagi pekerja keras. Hal itu disampaikan Bupati Ichwan dalam sambutannya saat menerima kunjungan silaturahmi pihak Kejati Bengkulu, Senin (12/3) malam. “Kita menolak raskin bukan berarti rakyat Mukomuko sudah mampu semua melainkan Pemkab Mukomuko mengajari supaya masyarakatnya tidak malas dan ingin bekerja keras,” jelasnya. Pihaknya juga akan menunjukan bahwa kerjasama antara pemerintah dan masyarakat ke depannya bisa lebih baik lagi. Dimana semua persoalan dapat diselesaikan dengan baik.  “Kita akan akan menunjukan bahwa Kabupaten Mukomuko dapat bekerjasama yang baik dengan masyarakatnya. Inilah salah satu diantaranya Pemkab Mukomuko tolak raskin,” bebernya. Bupati juga menyampaikan Kabupaten Mukomuko merupakan daerah yang perekonomian semakin hari semakin meningkat. Selain salah satu andalan rakyatnya adalah tanaman sawit juga terentang luas lahan-lahan pertanian. “Kalau menurut data dari pihak terkait bahwa di kategorikan miskin itu yang gajinya dibawah Rp 1 juta. Namun Kabupaten Mukomuko menetapkan bahwa yang masuk ketegori miskin adalah gaji atau penghasilan yang perbulannya Rp 1,5 juta, katanya. Yang jelas tambah Ichwan penolakan raskin bukan berarti rakyatnya sudah mampu semua melainkan ingin mengajarkan rakyatnya bekerja keras. “Dan tidak hanya mengandalkan bantuan demi bantuan dari pemerintah,” pungkas Ichwan. (900)