Suparto: PMJS Cuma Sebutan

SUKARAJA, BE – Ketua Paguyuban Masyarakat Jawa Bengkulu (PMJB) Drs Suparto MSi mengatakan bahwa tidak ada persoalan organisasi etnis yang dipimpinnya. Terkait sorotan sesepuh Paguyuban Masyarakat Jawa Bengkulu (PMJB) Provinsi Bengkulu terhadap PMJS dari kegiatan pagelaran wayang di

lapangan Bukit Peninjauan II Kecamatan Sukaraja. Suparto menegaskan bahwa PMJS dan PMJB Kabupaten Seluma sama saja.
”PMJS dan PMJB Kabupaten Seluma itu sami mawon (sama saja). Tidak ada persoalan.

Cuma, memang untuk di Seluma ini lebih sering disebut PMJS, karena gampang dan memasyarakat. Tidak perlu merubah AD/ART PMJB hanya karena PMJS,” kata Suparto.
Senada ditegaskan Penasehat PMJB Kabupaten Seluma, H Darsono MPd.

Dikatakannya, memang ketika acara wayang kulit semalam suntuk di Sukaraja Sabtu malam lalu, penyebutan lisan dan penyebutan di dalam spanduk kegiatan disebutkan PMJS.

Tapi, maksudnya itu adalah PMJB Kabupaten Seluma. ”Apalah arti sebuah penyebutan.

Yang penting esensinya. Esensinya adalah kegiatan paguyuban untuk kemasyarakatan. Soal PMJS atau PMJB-KS tidak perlu diperdebatkan,” katanya senada.

Sementara itu, perihal berbeda didapat dari sumber kuat di internal PMJB Kabupaten Seluma. Sumber tersebut mengungkap sebenarnya, awalnya PMJS dan PMJB-KS itu sangat berbeda. PMJS adalah bentukan masyarakat Seluma etnis Jawa ketika menjelang Pilkada 2010 lalu, untuk memberi dukungan kepada pasangan calon bupati/wakil bupati Murman Effendi dan Bundra Jaya.
”Aku tahu persis. Sebenarnya PMJS itu beda dengan PMJB.

Waktu Pilkada dulu PMJB-KS tidak memihak salah satu calon. Lalu pengurus PMJB-KS membentuk wadah PMJS untuk mendukung calon. Itulah, walau selama ini ditutupi, akhirnya terungkap juga saat wayangan,” kata sumber tersebut yang meminta identitasnya tak disebutkan. (444)