Sungai Dangkal & Sempit

banjir 1CURUP, BE – Pendangkalan dan penyempitan aliran sungai, menjadi salah satu penyebab banjir yang terjadi di sepanjang sungai Air Duku, khususnya yang kerap terjadi di wilayah kecamatan Curup Utara, dan Curup Kota. “Melalui dinas teknis terkait, kita telah merancang normalisasi sungai dan mengimbau kepada warga untuk merehabilitasi rumah lebih tinggi dari permukaan sungai,” terang Sekda Kabupaten Rejang Lebong, Drs Sudirman, kepada Bengkulu Ekspress, Senin (17/12).

Dialiran sungai Air Duku, sambung Sekda, sudah cukup banyak berdiri bangunan yang membuat aliran sungai mengalami penyempitan. “Sehingga wajar pada saat hujan deras di hulu sungai, air meluap hingga menggenangi perumahan masyarakat,” ujar Sekda.

Di bagian lain, Bustami (54), warga yang tinggal di aliran Sungai Air Duku mengaku, sudah 5 tahun tinggal di kawasan rawan banjir itu. Setiap musim hujan rumah Bustami selalu digenangi air dan lumpur akibat luapan Sungai Air Duku.  Bukan hanya rumah Bustami, namun rumah warga lainnya yang tinggal di Kelurahan Dusun Curup, Jalan Baru, Desa Batu Dewa.

“Lima tahun saya tinggal di sini, lima tahun juga saya kena banjir. Setiap tahun atau setiap musim penghujan pasti kebanjiran. Sudah langganan,” ungkap Bustami.

Bustami mengakui, penyebab banjir tak lain karena kedalaman sungai yang makin dangkal. Bustami mengaku banjir sudah terjadi sejak lama, lama sebelum ia tinggal di kawasan itu. Namun saat itu tidak sebesar dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.  Pasalnya kondisi sungai masih cukup dalam. Saat ini, Bustami mengaku tidak lagi melihat sungai itu jernih. Tumpukan sampah dari hulu sungai membludak di kawasan itu. Setelah air menyurut, sampah tak lalu ikut hanyut, melainkan mengendap hingga mengurangi kedalaman sungai. (999)