Sumut Pimpin Perolehan Medali Atletik

RIO/BE – HALANG RINTANG: Atlet Provinsi Bengkulu (paling kiri) tertinggal dari peserta lainnya dalam sesi penyisihan cabor lari halang rintang Porwil X Sumatera di Stadion Semarak Sawah Lebar Kota Bengkulu, Rabu (6/11).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Perolehan medali cabang olahraga (cabor) atletik Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Sumatera ke-X di Provinsi Bengkulu, masih di pimpin Provinsi Sumatera Utara (lihat grafis). Provinsi Bengkulu belum bisa menambah perolehan medali pada beberapa kelas cabor atletik yang dilombakan.

Perolehan medali Provinsi Bengkulu untuk cabor atletik yakni 2 emas, 1 perak dan 1 perunggu. Dikatakan Sekretaris Umum PASI Bengkulu, Aswandi, persaingan cabor atletik memang sangat berat. Karena kekuatan atlet masing-masing kontingen sudah bisa diprediksi. Target atlet bisa mencapai PON 2020 adalah capaian yang sangat baik untuk Provinsi Bengkulu.

“Tiga orang atlet cabor atletik dipastikan berlaga di PON 2020, karena limit waktu mereka masuk ke PON. Selanjutnya kita akan fokus memberikan latihan menyambut PON 2020,” jelas Aswandi.

Provinsi Bengkulu masih berkesempatan mendapatkan tambahan medali dari cabor atletik melalui nomor dasa lomba 100 meter putra dan dasa lomba 400 meter putri yang akan digelar Kamis (7/11). Provinsi Bengkulu tidak menurunkan atletnya pada nomor marathon yang merupakan nomor terakir yang dilombakan pada cabor atletik.

Pertandingan cabor atletik pada Rabu (6/11) Provinsi Bengkulu menurunkan atletnya pada nomor 4 kali 400 meter putra dan 4 kali 400 meter putri, tetapi tidak berhasil meraih medali. “Kami meminta dukungan dari masyarakat Bengkulu agar atlet kita bekerja maksimal pada pertandingan esok hari. Masih ada kesempatan kita untuk menambah perolehan medali,” pungas Aswandi.

Hasruni Sumbang 2 Medali Emas Porwil

Salah satu atlet yang membawa nama Provinsi Bengkulu di ajang Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Sumatera ke-X adalah Hasruni (24). Atlet dari cabang olahraga (cabor) atletik nomor 200 dan 100 meter putri. Berkat kerja kerasnya, Hasruni berhasil memperoleh medali emas dari dua nomor tersebut.

Bahkan Hasruni lolos ke PON Papua 2020 pada nomor lari 200 meter putri dengan waktu 25.32 detik. Dikatakan Hasruni, meski dia mendapat dua emas tetapi tidak semuanya bisa lolos ke PON. Berdasarkan aturan, ada limit waktu yang sudah ditentukan agar atlet bisa lolos ke PON.

“Alhamdulilah bisa lolos ke PON, karena yang lari 200 meter limit waktunya masuk ke PON, ” jelas Hasruni.

Beban cukup berat sudah pasti menanti Hasruni pada PON 2020 nanti. Karena level kemampuan para peserta PON sudah pasti lebih sulit. Target Hasruni tampil sebaik-baiknya, jika bisa mendapatkan medali emas. Untuk itu, persiapan harus lebih maksimal lagi, mulai dari latihan sampai kedisiplinan harus ditingkatkan. “Persiapan harus lebih maksimal, lebih giat dan disiplin, ” imbuhnya.

Hasruni mengeluhkan minimnya peralatan latihan di Bengkulu. Jika peralatan atletik minim tentu saja atlet tidak bisa maksimal melakukan latihan. Tidak heran jika kebanyakan atlet memilih pemusatan latihan di luar Provinsi Bengkulu. Terkait keluhan tersebut, Hasruni mengaku sudah menyampaikannya kepada pihak terkait, mulai dari pemerintah, KONI dan PASI. “Kendalanya peralatan latihan kurang jadi tidak bisa maksimal kita latihan, ” jelasnya.

Hasruni selama lebih kurang 4 bulan melakukan pemusatan latihan di Makassar. Karena sempat ke Bengkulu untuk melakukan pemusatan latihan tetapi tidak bisa maksimal.(167)

==Perolehan Medali Cabor Atletik==

1. Sumatera Utara : 6 Emas, 2 Perak, 6 Perunggu
2. Sumatera Barat : 4 Emas, 10 Perak, 6 Perunggu
3. Bangka Belitung : 4 Emas, 8 Perak, 5 Perunggu
4. Riau : 3 Emas, 2 Perak, 3 Perunggu
5. Lampung : 3 Emas, 1 Perak, 1 Perunggu
6. Jambi : 2 Emas, 1 Perak, 1 Perunggu
7. Bengkulu : 2 Emas, 1 Perak, 1 Perunggu
8. Aceh : 2 Emas
9. Sumatera Selatan : 1 Emas, 2 Perak, 4 Perunggu