Sumardi: Antrean BBM Akan Normal

BENGKULU, BE – Penjabat walikota Bengkulu, Drs H Sumardi MM mengatakan bahwa dalam jangka waktu beberapa hari kedepan antrean disepanjang SPBU yang sudah berlangsung beberapa hari terakhir tidak akan terjadi lagi. Hal ini disampaikan Sumardi disela-sela inspeksi mendadak(Sidak) ke SPBU yang ada di dalam kota Bengkulu, kemarin.

Sedikitnya ada 2 SPBU yang dikunjungi Sumardi bersama Kapolres, Kajari, ketua DPRD kota dan perwakilan dari Lanal Bengkulu, yakni  SPBU 24.38220 yang berada di KM 6,5 dan SPBU 24.38205 di Kebung Tebeng.

“Berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak Pertamina dan Pemda Provinsi Bengkulu, bahwa ketersediaan BBM beberapa hari-hari ke depan cukup aman dan kondisi antrean pun akan normal. Jadi masyarakat tidak perlu resah,” ujar Sumardi ketika diwawancarai sejumlah jurnalis di SPBU Kebun Tebeng.

Menurutnya, berdasarkan hasil sidak yang dilakukan di dua SPBU tersebut sejak pukul 10.45 hingga 11.40 WIB terlihat jumlah antrean kendaraan yang ingin membeli BBM sudah mulai berkurang dibandingkan hari-hari sebelumnya. Dalam kesempatan sidak tersebut, penjabat walikota juga memantau petugas SPBU yang melakukan pengisian bahan bakar. Ia  juga berpesan kepada petugas pengisian bahan bakar dan pemimpin SPBU, untuk menolak jika ada masyarakat yang hendak membeli BBM dengan menggunakan jerigen besar, terkecuali bagi pengusaha yang sudah memiliki izin untuk kepentingan usaha-usaha rumah tangga yang menggunakan BBM.

Sementara itu, Sumardi bersama unsur Muspida juga langsung menemui kepada pengelola SPBU, dalam pertemuan itu penjabat walikota dan unsur FKPD meminta agar pihak SPBU dapat mengantisipasi kemungkinan kecurangan-kecurangan yang terjadi, semisal adanya kerjasama pihak SPBU dalam pengisian BBM menggunakan jerigen, serta kecurangan-kecurangan lainnya yang bertentangan dengan aturan dan hukum. “Tingkatkan standar pelayanan,” pesan Sumardi.

Ketua DPRD Kota Bengkulu, Sawaludin Simbolon SSos yang juga ikut dalam sidak mengimbau agar masyarakat kota Bengkulu tidak perlu panik.
“Kepada masyarakat tidak perlu panik dan resah, gunakan BBM sesuai dengan keperluan,” ujarnya. (400)