Sultan Siap Bekerja 24 Jam

RIO-SULTAN JALANI GLADI PELANTIKAN WAGUB (9)BENGKULU, BE – Kursi kosong Wakil Gubernur Bengkulu pagi ini secara resmi akan segera terisi. Adalah Sultan B Najamudin yang tak lain adik kandung mantan Gubernur Bengkulu Agusrin M Najamudin yang akan mendudukinya. Senator asal Bengkulu itu akan dilantik Menteri Dalam Negeri H Gamawan Fauzi SH MM di DPRD Provinsi Bengkulu.
Sultan terpilih dengan suara mayoritas menyisihkan rekan separtainya di Demokrat, Dian A Syakhroza. Sebanyak 42 anggota DPRD Provinsi mendukungnya dalam voting tertutup.
Kiprah Sultan sendiri dalam kancah pentas politik Bengkulu cukup fenomenal. Dimulai Pilwagub 2005 lalu. Pria yang akrab Bungsu ini sukses mengantarkan sang kakak Agusrin M Najamudin sebagai Gubernur Bengkulu yang terpilih lewat pemilihan langsung pertama di Bengkulu sekaligus menjadi gubernur termuda di Indonesia. Padahal rival yang dihadapinya ketika itu adalah kalangan militer dan politisi-politis senior. Bungsu di usia yang relatif muda sudah memiliki intuisi politik yang sangat kuat. Mampu mengubah sesuatu yang dianggap mustahil berubah menjadi nyata.
Sukses itu pun diulang lewat Pilwagub 2010. Bungsu yang kembali didaulat menjadi ‘panglima perang’ kembali mendudukkan sang kakak Agusrin M Najamudin yang berpasangan dengan Junaidi Hamsyah sebagai gubernur. Kali ini hanya dengan satu putaran saja.
Cucu dari pendiri Provinsi Bengkulu Sutan Yakoeb Bachtiar ini pun dikenal memiliki banyak pendukung dan mampu mengorganisir jejaringnya. Ini terlihat saat Pemilu 2009 melalui pemilihan DPD Dapil Bengkulu,  Ketua HIMPI Provinsi Bengkulu ini mampu menorehkan suara terbanyak dengan persentase perolehan suara fantastis 40% lebih. Padahal kandidat yang bertarung bukan sembarangan. Setidaknya 4 kandidat incumbent ikut maju ditambah tokoh-tokoh politik senior di Bengkulu.
Bungsu pun diakui tak hanya jago kandang. Di pentas nasional pun kiprahnya juga diakui. Karirnya di organisasi kepemudaan KNPI pun mencapai puncak hingga posisi Ketua DPP KNPI. Bahkan Bungsu sempat menjadi salah satu kandidat ketua umum. Begitu pula di DPD RI. Namanya juga masuk dalam nominasi sebagai calon Ketua DPD RI.
Bungsu juga dikenal memiliki rasa sosial yang tinggi. Berbagai aksi sosial juga dilakukan tanpa pamrih. Mulai dari pemberian santunan bagi balita gizi buruk, bantuan korban bencana, kampanye antinarkoba, penanggulangan HIV/AIDS hingga operasi bibir sumbing
Saat diwawancarai BE di sela-sela geladi resik pelantikan, Bungsu mengaku tidak akan jauh-jauh dari kalangan pers. Sebab dia menyadari pembangunan di Provinsi Bengkulu membutuhkan peran media. “Dengan adanya media, saya punya kontrol. Karena media merupakan pilar demokrasi,” kata pria kelahiran 11 Mei 1979.
Dia mengatakan media akan menjadi sparing partner¬† selama menjalankan tugas sebagai Wagub. Bahkan, tanpa media dia mengaku pemerintah tidak akan maksimal. “Bahkan kerja bagus kalau tidak diekspos oleh media juga tidak terlihat. Begitu juga, jika kurang pas maka media sebagai alat kontrol,” katanya.
Lalu, ada siapakah yang akan menjadi istrinya? Bungsu mengatakan calon istrinya akan datang menyaksikan pelantikannya pagi ini. Namun, dia tidak mau terbuka siapakah calon istrinya tersebut. “Yang jelas tamu dari Jakarta ada banyak, salah satunya dia calon istri saya,” katanya.
Dia tidak mau menjelaskan kapan mengakhiri masa lajangnya tersebut. Baginya, urusan jodoh biarlah tugas yang mengaturnya. “Saya sih mengalir saja. Kalau kata Bung Karno, saya mencintai keluarga saya, tapi saya lebih mencintai negara saya,” katanya.
Yang jelas, menurutnya dengan menjadi kepala daerah yang lajang, dia tidak memiliki beban keluarga. Sebab itu akan bekerja 24 jam untuk Bengkulu. “Kita mau pergi ke mana, tidak ada beban. Saya jadi punya waktu banyak. Yang jelas, kalau soal jodoh mengalir saja,” katanya.
Dia menegaskan, untuk membangun Bengkulu membutuhkan legitimasi dari pemegang kekuasaan di pemerintah pusat. Sebab itu dia sangat percaya diri, Bengkulu kedepan akan lebih diperhatikan. Terlebih banyak pejabat negara dan pejabat tinggi negara menghadiri pelantikannya. “Ada putra presiden, Ketua DPR RI, Ketua DPD RI, merekalah yang bisa memberikan perhatian ke Bengkulu, kita bersyukur mereka bisa datang ke Bengkulu,” katanya.
Tugas Wagub memang dibatasi oleh Undang-Undang. Tetapi, dia akan selalu bekerja agar Bengkulu bisa bergeliat dengan perekonomian dan pembangunan yang bagus.

685 Polisi Diterjunkan
Sementara itu Kabid Humas Polda Bengkulu AKBP Hery Wiyanto, SH menyatakan, ebanyak 685 personel disiapkan untuk pengamanan pelantikan pelantikan Sultan pagi ini. “Untuk Polda Bengkulu kita telah siapkan pengamanan gabungan dari personel Polres daerah. Dengan sejumlah personel yang telah kita siapkan sekitar 685 terdiri dari Polda 415, Polres Kota 150, Bengkulu Utara 30, Rejang Lebong 30, Seluma 30 dan Kepayang 30 orang personel untuk mengamankan pelantikan dan tamu yang akan menghadiri pelantikan Wagub besok,”kata Kabid Humas
Ia menjelaskan, selain mengamankan gedung DPRD, lokasi pelantikan, anggota polisi juga disiagakan untuk pengamanan bandara dan rute yang dilalui para penjabat negara.
“Untuk rute yang kita amankan mulai dari lokasi pelantikan, bandara dan rute-rute yang akan dilalui para tamu negara itu,”ungkapnya
Ketatnya pengamanan bukan lantaran rawan terjadi gangguan, tetapi memang sudah prosedur tetap kepolisian. “Apa lagi dalam pelantikan ini anak presiden langsung yang akan hadir,” ujarnya.(618/100)