Sultan: Pers, Sahabat yang Berjarak

ist/Bengkulu EkspressMERIAH: Tokoh muda Sultan B Najamudin, Heri Budianto, Bupati Choirul Huda, Ketua PWI Pusat Atal S Depari dan tokoh pers lainnya menghadiri puncak Hari Pers Nasional di Mukomuko, Kamis (15/3).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Peringatan Hari Pers Nasional tahun ini menyisakan beberapa pekerjaan rumah antara lain tentang kebebasan pers yang berdaulat dan menyoal independensi industri media dalam tahun politik. Pers adalah sahabat dekat yang tetap harus berjarak.

“Pertama saya ingin mengucapkan selamat atas penyelenggaran peringatan hari pers nasional (HPN) bagi seluruh insan pers nasional. Pers adalah sahabat bagi saya yang berjarak karena ada etika profesionalisme yang memaksa untuk itu , ” terang Sultan B Najamudin, tokoh pemuda Bengkulu, Kamis (14/3) di sela-sela peringatan Hari Pers Nasional di Mukomuko.

Sultan menambahkan perkembangan pers nasional dan lokal khusus nya semakin memberikan warna dalam mencerdaskan masyarakat bengkulu dalam menyikapi isu sosial dan ekonomi. “Berita sudah semakin mudah diakses oleh semua kalangan dan karena perannya yang semakin dibutuhkan tak jarang tarikan kepentingan mengancam eksistensi industri pers itu sendiri, ” ucap mantan wakil gubernur yang kini maju sebagai kandidat calon anggota DPD RI dapil Bengkulu.

selanjutnya tambah Sultan, berbagai masalah masih menghantui perkembangan industri pers nasional dan lokal antara lain tentang pers yang berdaulat dan independensi pers ditahun politik. “Dari dulu saya sangat terbuka dengan rekan-rekan jurnalis yang bertugas dilapangan karena mereka punya andil besar khususnya dalam perkembangan politik Bengkulu, ” terang politisi yang dikenal dekat dengan kalangan wartawan ini.

Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Atal Sembiring Depari sangat bangga dan memuji pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) tingkat Provinsi Bengkulu tahun 2019, yang digelar dan PWI Kabupaten Mukomuko sebagai tuan rumah.

Disampaikannya, kegiatan pembuka yang diawali dengan pencatatan rekor dunia, sangat unik. Bahkan mengalahkan kegiatan HPN tingkat nasional yang baru usai di Surabaya, Jawa Timur, yang tidak ada kegiatan rekor MURI.

“Sangat luar biasa peringatan HPN di Kabupaten Mukomuko,”ujarnya ketika menyampaikan sambutan pada acara Pembukaan Rangkaian Kegiatan HPN tingkat Provinsi Bengkulu di Aula Hotel Madyara.

Selain itu, juga digelar Sosialisasi Undang-Undang Pers serta Ujian Kompetensi Wartawan (UKW). Atal menegaskan, UKW sangat penting bagi profesi wartawan. Dalam materi UKW diantaranya menekankan kesadaran akan kode etik jurnalistik (KEJ), pengetahuan dan skil atau keterampilan Wartawan harus kompeten. Atal sangat salut kepada PWI Kabupaten Mukomuko mempunyai hubungan yang sangat bagus dengan Pemkab dan pihak swasta. Karena kalau wartawan tidak bisa memotivasi pemerintah, maka pemerintah akan lemah. “Wartawan berpihaknya pertama, kepada rakyat. Jadi tidak ada untuk dirinya. Jadi, berita yang bagus, penting bagi rakyat. Pemerintahnya juga harus bisa kerjasama dengan wartawan,” bebernya.

Bupati Mukomuko Choirul Huda mengatakan, pola pikirnya sejak kuliah, dipengaruhi oleh tulisan-tulisan wartawan di surat kabar. Bahkan dirinya sanggup menyisihkan uang jajan kuliah, untuk membeli koran untuk dibaca.”Saya kuliah di Universitas Brawijaya. Kebiasaan saya baca surat kabar.Sungguh penting peran wartawan mewarnai masyarakat,”ungkapnya. Pembukaan seluruh rangkaian HPN tingkat Provinsi Bengkulu di Kabupaten Mukomuko ditandai dengan pemukulan dol bersama-sama.(900/001)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*