Sultan Najamudin, Pelopor Bangkitnya Pemuda Bengkulu

SULTANajfix2_300x200pxNama Sultan Bahctiar Najamudin sudah tak asing lagi di telinga masyarakat Provinsi Bengkulu. Ia adalah sosok pemimpin muda yang saat ini menjabat sebagai wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Bengkulu.

Darah pemimpin memang sudah mengalir di tubuh anak muda yang akrab disapa Bungsu ini. Sebelum manjabat sebagai Wagub Bengkulu, Sultan pernah menjabat sebagai anggota DPD RIĀ  tahun 2009-2013. Tak sampai disitu Sudah banyak juga Riwayat organisasi yang dikecimpunginya seperti, HIPMI Bengkulu (2011-2014), KONI Bengkulu (2011-2013), PARFI (2006-sekarang), KADIN DKI (2003) dan HIMA Fisip UI (2003)

Di Bengkulu sultan menjadi pelopor penggerak anak muda menjadi agen perubahan. Ia menginginkan semua anak muda di Bengkulu memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi serta berjiwa berani. Sultan tak ingin Pemuda Bengkulu dinilai lemah di kancah nasional dan internasional. Pemuda Bengkulu setidaknya harus sejajar sengan pemuda asal daerah lainnya. Maka dari itu sultan berinisiatif untuk menggelar kegiatan kepemudaan agar diadakan di Bumi Raflesia Bengkulu.

Adik dari Agusrin Najamudin mantan Gubernur Bengkulu ini merupakan penggagas diadakannya Asean-Japan Youth Forum (AJYF) dan Indoensia Youth Forum (IYF) di Bengkulu. Forum AJYF merupakan forum pemuda dari negara Jepang dan negara di-Asean. Mereka tak hanya berkumpul namun saling tukar pikiran demi menciptakan sosial project yang berguna bagi masyarakat dunia. Begitupun IYF, hanya saja IYF yang digagas sultan untuk diadakan di Bengkulu ini melibatkan pemuda seluruh daerah di Indonesia saja.

Langkah ini diambil Sultan, selain agar pemuda di Provinsi Bengkulu bisa berkembang dengan pemikiran yang maju, Ia ingin Provinsi Bengkulu bisa dikenal oleh masyarat se- Indonesia bahkan di mata dunia.

Disetiap kata sambutannya di berbagi acara kepemudaan, sosok pemuda 36 tahun ini selalu mengajak semua elemen masyarakat termasuk pemuda untuk menjadi agen promosi dengan memanfaatkan kegiatan tingkat nasional dan internasional.

“Biaya promosi itu mahal, dengan berbagai kegiatan nasional dan internasional bisa menjadi ajang promosi mengenai apa yang Bengkulu punya,” kata Sultan hampir di setiap acara yang dipelopori-nya.

Tak sampai di sini saja, Calon Gubernur Bengkulu juga menjadi agen promosi budaya. Baru-baru ini, ia mengundang seorang seniman asal Amerika Serikat Kevin Locke dalam acara seni lintas budaya. Dengan menghadirkan tukar menukar budaya, diharapkan Sultan, nantinya masyarakat bengkulu bisa mengenal budaya dari negeri barat tersebut. Sebaliknya, warga AS juga bisa mengenal budaya dari Indonesia khususnya Bengkulu. (Angga)