Sultan Minta Tracking Cepat Terhadap Positif Covid-19 yang Dimakamkan Tanpa Protokol Kesehatan

Foto Rio/ BE- Wakil Ketua lll DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin saat melakukan kunjungan ke Graha Pena Bengkulu Ekspress Media Grup (BEMG), Jumat (5/6).

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Mengetahui ada warga Kota Bengkulu yang diketahui terkonfirmasi positif Corona Virus Disease (Covid-19) yang dimakamkan tanpa Protokol Kesehatan di Desa Bajak II Kecamatan Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah, Senator asal Bengkulu Sultan Bachtiar Najamudin meminta tim gugus tugas penanganan Covid-19 Bengkulu melacak (tracing) warga yang kontak erat dengan almarhumah.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua lll DPD RI tersebut saat melakukan kunjungan ke Graha Pena Bengkulu Ekspress Media Grup (BEMG), Jumat (5/6).

“Dapat kabar salah satu pasien positif Covid-19 meninggal dan baru ketahuan hasil swabnya setelah dimakamkan tanpa protokol kesehatan, ini menjadi persoalan bersama. Maka kita minta dilakukan tracking cepat agar penyebarannya tidak terlalu jauh, ” ujar Sultan.

Ditambahkan Sultan, tracing cepat harus dilakukan terhadap keluarga, dan masyarakat di lingkungan yang memiliki riwayat kontak erat dengan almarhum. Semua tidak ingin peristiwa ini membahayakan keselamatan masyarakat.

“Maka kita minta dilakukan tracking cepat guna memutus mata rantai penyebaran virus tersebut,” tegas mantan wakil Gubernur Bengkulu itu.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni saat update data perkembangan kasus covid-19 Provinsi Bengkulu secara virtual di Posko gugus tugas, Kamis (4/6) mengatakan, warga kota laki-laki 54 dengan status Orang Dalam Pemantauan (ODP) statusnya saat meninggal dunia tanggal 26 Mei 2020 lalu.Dalam pemakaman almarhum, tanpa mengikuti prosedur penanganan Covid-19. Mengingat almarhum belum berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“Sebelum meninggal, almarhum diambil spesimen sampel untuk dilakukan uji swab. Tapi hasil swab belum keluar, almarhum lebih dulu meninggal dunia. Dari hasil swab yang keluar tanggal 30 Mei 2020 atau 4 hari setelah meninggal, almarhum dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19,” kata Herwan.

Ditambahkan Herwan, pihaknya juga sudah meminta Dinkes Bengkulu Tengah untuk melakukan tracing dan akan di backup oleh tim gugus tugas provinsi Bengkulu. (HBN)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*