Sultan dan dr Lia Kunjungi Lokasi Bencana

BENTENG, Bengkulu Ekspress – Calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan Baktiar Najamudin menunjukan kepedulian kepada warga di Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) yang terkena bencana. Bahkan, pria yang tercatat sebagai peraih suara terbanyak kedua pada pemilu 2019 tersebut rela meluangkan waktu untuk terjun langsung ke lokasi bencana, Selasa (30/4).

Sembari mendengar keluh kesah warga dari sejumlah desa yang terkena dampak banjir dan tanah longsor, mantan Wakil Gubernur Bengkulu ini juga memberikan bantuan sembako serta makanan siap saji. Seperti mie instan, telur serta air mineral yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.



Data terhimpun Bengkulu Ekspress, Sultan beserta rombongan datang membawa 1 unit armada berupa truk berisikan sembako. Bantuan disalurkan ke sejumlah desa di beberapa kecamatan. Yakni di Kecamatan Merigi Kelindang, Pagar Jati, Merigi Sakti, Pondok Kelapa serta Pondok Kubang.

Sultan menyambangi warga Benteng bersama dengan dr Lia yang juga menjadi salah satu peserta pemilu 2019, yakni sebagai calon anggota DPR RI dari Partai Gerindra. Melalui kesempatan itu, dr Lia juga menyempatkan diri untuk memberikan pengobatan dan pengecekan kesehatan gratis kepada masyarakat setempat.

“Dari informasi yang telah kami terima, bencana alam juga dialami oleh warga di Kabupaten Benteng. Sebab itulah, kami pergi ke Benteng untuk memberikan bantuan kepada warga yang terkena langsung dampak bencana banjir dan tanah longsor,” kata Sultan saat berkunjung ke Desa Paku Haji, Kecamatan Pondok Kubang.

Dari kunjungan yang dilakukan, kata Sultan, bencana alam yang terjadi di Kabupaten Benteng telah menimbulkan luka mendalam. Dimulai dari menimbulkan kerusakan infrastruktur, kerusakan rumah dan fasilitas pendidikan serta fasilitas kesehatan hingga merusak lahan perkebunan warga. Selain itu, bencana banjir bandang juga telah menyebabkan puluhan warga meninggal dunia.

“Hasil pantauan, beberapa infrastruktur harus mendapat penanganan serius dari Pemda Benteng. Salah satunya jembatan semi permanen menuju Desa Paku Haji. Jembatan ini diharapkan segera diganti dengan yang lebih baik,” pungkas Sultan.

Pantauan di Desa Paku Haji, akses jalan masuk menuju desa sempat lumpuh atau terisolir beberapa hari. Sebab, permukaan jalan ditutupi sampah yang berasal dari luapan sungai saat banjir bandang terjadi, yakni Jumat (27/4) malam.

“Akibat tertutup sampah dengan ketinggian mencapai 3 meter, jalan menuju desa tak bisa dilewati oleh semua jenis kendaraan. Alhamdulillah, Selasa (30/4) sore, lalu lintas kembali lancar setelah mendapat bantuan dari alat berat,” kata Kades Paku Haji, Asri Junianto.(135)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*