Sultan Bapak Angkat Seniman Bengkulu

Media Center WAGUB
Media Center WAGUB

Diidolakan Anak Muda dan Ibu-ibu

BENGKULU, BE – Ketokohan Sultan B najamudin sesbagai salah calon gubernur muda yang dikenal dekat dengan anak muda ddann ibu-ibu ternyata menjadi kekuatan politik tersendiri bagi Sultan. Sultan menjadi fenomena idola bagi anak muda dan ibu-ibu di Bengkulu.

Sikap yang santun dan murah senyum serta mudah berbaur dengan semau kalangan membuat sultan selalu “diserbu” oleh anak muda dan ibu-ibu saat melakuakn kunjungan ke daerah.
“Dia anak baik dan ramah sekali, ganteng juga jadi cocoklah jadi Guberur kedepan, kita juga bangga kalo punya gubernur muda kayak pak Sultan,” ungkap Mia, ibu rumah tangga ditemui koran ini saat berbelanja di pasar Purwodadi, Argamakmur baru-baru ini.

Dukungan kuat juga datang dari komunitas-komunitas anak muda yang ada di Kota Bengkulu dan daerah-daerah. Sultan dikenal serius mendukung kegiatan anak muda yan ada di Benkulu, baik dibidang akademik maupun entertainment.

Selain itu, Komunitas seniman Provinsi Bengkulu secara spontan mendaulat Wakil Gubernur Sultan Bachtiar Najamudin menjadi bapak angkat seniman Bengkulu. Yang bersangkutan tanpa pikir panjang langsung menyatakan kesediaannya.

“Yang paling utama adalah kita memberi respon positif terhadap kegelisahan para seniman. Apa yang selanjutnya akan kita lakukan, itu hanya masalah teknis,” ujar Sultan di sela-sela acara monolog penyair kondang Jose Rizal Manua di Taman Budaya, Bengkulu.

Beberapa seniman teater yang aktif menggelar kegiatan di Tamani Budaya, mengaku selama ini mereka merasa terabaikan. Mereka butuh pengayom yang dapat dijadikan tempat untuk mengadu dan bertukar pikiran. Minimal mereka mendapat apresiasi dari pemangku jabatan.

Kepada sultan, calon gubernur termuda ini, para seniman menitipkan pesan agar bila terpilih menjadi gubernur pada Pilkada 2015 ini, memperhatikan nasib mereka. Setidaknya jika ada pementasan, para pejabat daerah bisa hadir untuk menggairahkan kehidupan berkesenian.

Wakil Gubernur Sultan juga merasa prihatin dengan kondisi itu. Setiap pementasan yang digelar di Taman Budaya sepi pengunjung. Bahkan di saat penyair sekelas Taufiq Ismail dan Jose Rizal Manua tampil habis-habisan, masyarakat tidak banyak yang datang.

“Bayangkan, sekelas ayahanda Taufik Ismail, seniman yang diakui dunia, pementasannya sepi pengunjung. Seharusnya terjadi komunikasi yang baik antara seniman dan pemerintah daerah, agar dapat mempublikasikan setiap pementasan secara maksimal,” ujar Sultan.

Wakil Gubernur Bengkulu sekaligus mantan DPD RI ini menaruh harapan besar kepada para seniman agar dapat menjadi penyeimbang dan tetap kritis menyampaikan kritik dengan caranya sendiri.

“Biar otak kanan kita dapat diisi dengan baik sebagai penyeimbang otak kiri kita yang terlalu dominan dalam menyelesaikan masalah hidup ini,” papar Sultan.

Kedekatan Sultan dengan Taufik Ismal dan Jose tidak saja terjalin dalam satu dua tahun ini. Tapi sudah semasa kuliah di Jakarta dulu. Sebagai pengagum Taufik Ismail, dia tidak pernah absen menyaksikan pementasan penyair kelahiran Bukittinggi ini. Apalagi keduanya terikat dalam satu almamater yang sama, yaitu sama-sama lulusan Universitas Indonesia (UI).

Demikian juga dengan Jose Rizal Manua, Sultan sudah mengenalnya saat penyair nyentrik ini masih ‘mangkal’ di Taman Ismail Marzuki. Kala itu Sultan yang masih tercatat sebagai mahasiswa dan menjadi pelanggan buku-buku bekas yang dijual Jose. (**)