Suka Duka Pasien Sembuh Covid-19

Suka Duka Pasien Sembuh Covid-19

Kabar baik datang dari salah seorang pasien virus Covid-19. Firmansyah (65) warga Jalan Jeruk RT 07 RW O3 Kelurahan Lingkar Timur, Kota Bengkulu. Pengusaha depot isi ulang air galon ini sempat dinyatakan positif terpapar virus korona. Dia sempat kontak langsung dengan temannya yang positif Covid-19 dan temannya itu meninggal dunia. Banyak suka duka dirasakan Firmansyah selama menjalani karantina mandiri dari 28 September hingga 11 Oktober hingga dinyatakan sembuh oleh dokter dan bisa beraktifitas kembali.

Seperti Apa Aktifitas Firmansyah Selama Isolasi Mandiri hingga Bisa Sembuh

Simak Laporannya

Satria dan Zalmi-Kota Bengkulu

“Saya ikut ditest SWAB karena ada teman saya yang meninggal karena dinyatakan positif Covid-19. Selama 2 hari berturut-turut sebelum meninggal teman saya itu datang berkunjung ke rumah saya,” ujar Firmansyah pada BE, Jumat (23/10).

Tentu saja Firman sangat kaget dan sedih saat mendengar kabar temannya itu meninggal. Dengan kesadaran sendiri Firman melakukan isolasi mandiri. Dia tak ingin keluarga terdekatnya dan jiran tetangga melakukan kontak dengannya. Firman kemudian mengikuti tes SWAB pertama hasilnya ia positif terpapar korona dari temannya yang meninggal. Kemudian dilakukan tes SWAB kedua hasilnya juga positif. Dari hasil kedua SWAB itu terhitung sejak 28 September 2020 Firman dinyatakan positif terpapar virus COVID-19. Ia pun melanjutkan isolasi mandiri.

Firmansyah menuturkan, setelah dinyatakan positif Covid-19 dia tidak merasakan ada gejala apapun. Dia merasa biasa saja seperti keseharian biasa.

“Selama isolasi saya tidak ada merasakan gejala aneh. Makan saya tetap lahap, seperti tidak ada apa-apa” ujarnya.

Selama melakukan isolasi mandiri menuturkan selalu menjalankan pola hidup sehat. Dengan banyak berolahraga dari rumah dan makan makanan yang sehat. Dia mengkonsumsi makanan seperti hari-hari biasa tidak ada yang berubah. Bahkan dia juga masih merokok sama seperti saat dia sebelum terpapar Virus Covid-19. Firmansyah juga memotivasi dirinya dengan bertekad untuk hidup lebih sehat dengan pola makan teratur dan banyak berolahraga dari rumah agar bisa cepat pulih, seperti melakukan senam-senam kecil pagi dan sore.

“Untuk makanan, tentu harus yang sehat seperti susu dan makanan sehat lain, ada juga tambahn vitamin dari dokter” tambahnya.

Firmansyah kembali mengikuti tes SWAB sebanyak 2 kali. Hasil tes SWAB pertama dan kedua kali ini dia negatif virus Covid-19. Dari hasil tes SWAB itu, Firmasnyah dinyatakan sembuh. Dia pun mendapatkan surat keterangan sembuh dari dokter Puskesmas Lingkar Timur, yang menanganinya pada 11 Oktober 2020.

Firmasnyah merasa sangat beruntung. Disaat terpapar korona itu pihak keluarga Firmansyah selalu mendukung dan memberi semangat agar bisa cepat pulih kembali. Dukungan ini membuat psikis Firmansyah tidak terlalu terpuruk.
Hanya saja, Firmansyah merasakan kecewa ternyata respon para tetangga negatif terhadap dirinya. Selama isolasi mandiri Firmansyah merasakan perbedaan pandangan masyarakat terhadap dirinya. Dia merasa seperti diasingkan oleh masyarakat.

“Saya pernah panggil teman untuk menyapa dari rumah begitu. Biasanya teman saya itu langsung menyapa balik, tetapi saat kondisi saya seperti itu dia enggan menyapa, malah memalingkan wajah,” ujarnya.

Bahkan hingga kini para tetangganya masih enggan bertemu dengan Firmansyah. Walaupun Firmasnyah telah dinyatakan sembuh dari Covid-19. Bahkan kini usaha depot isi ulang air galon miliknya belum kembali seutuhnya normal seperti sebelumnya. Warga masih takut. Padahal menurutnya, dia merasa sudah sembuh total seperti biasa. Tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan dari orang yang pernah terpapar Covid-19 seperti dirinya.
Walaupun begitu, Firman sangat bersyukur dan gembira dia sudah sembuh dari Covid-19

Dari pengalamannya itu, Firmansyah pun berpesan kepada seluruh masyarakat untuk bisa mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, seperti menjaga jarak, memakai masker dan menghindari kerumunan.
Lalu, untuk pasien positif yang masih dalam perawatan untuk tetap bisa semangat dan jalani pola hidup sehat selama perawatan.

Mengenai lingkungan tempat tinggal. Mudatsir Ketua RT 07 RW O3 Kelurahan Lingkar Timur langsung tanggap. Begitu mengetahui Firmasnyah positif terpapar virus Covid-19, perangkat Rukun tetangga (RT) langsung menghubungi Kelurahan dan Dinas Kesehatan untuk penanganan lebih lanjut.

“Saya langsung lapor untuk segera dilakukan penyemprotan disinfektan. Ada respon dari pihak Puskesmas Lingkar Timur, yang melakukan penyemprotan disinfektan” ujar Mudatsir ketua RT 07 RW O3. (**)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*