Suharto: Pelindo Jangan Bertele-tele

Hibahkan Lahan Sesuai MoU

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Belum diserahkannya lahan seluas 12,18 hektar oleh PT Pelindo II Bengkulu kepada masyarakat semakin meruncing. Wakil Ketua II DPRD Provinsi, Suharto MBa menilai PT Pelindo II terlalu bertele-tele untuk menyerahkan lahan hibah sesuai dengan permintaan Presiden.

Seharunya, lahan itu diserahkan tanpa ada syarat khusus lagi, untuk terlebih dahulu merelokasikan warga yang ada di tiga wilayah, yaitu Kampung Bahari, RT 8 eks lokalisasi dan Teluk Sepang. “Tidak usaha diulur-ulur untuk menghibahkannya. Kan sudah ada MoU, silahkan laksanakan sesegera mungkin,” ujar Suharto kepada BE, kemarin (24/10).

Menurutnya, aset negara yang akan diserahkan kepada warga itu sudah sangat tepat. Agar masyarakat benar-benar memiliki tempat tinggal yang terdata secara administrasi. Sehingga ada jaminan warga untuk hidup layak. “Hormati saja apa yang sudah menjadi kesepakatan,” tambahnya.

Suharto juga menegaskan, hibah lahan dengan relokasi itu menjadi kegiatan yang berbeda. Relokasi tetap bisa dilaksanakan, namun hibah lahan harus dilakukan terlebih dahulu. Tentunya untuk merelokasi itu nanti, Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Pemda Kota akan tetap mencari jalan keluar yang tepat. “Silahkan diselesakan dengan pemkot. Jangan sampai Plt Gubernur juga ikut turun menangani masalah ini. Kami di DPRD akan terus memantau dan silahkan untuk segera dihibahkan,” tegas Suharto.



Sementara itu, Asisten II Setdaprov Bengkulu, Hj Yuliswani SE mengatakan, pemprov dan pemkot berjanji akan mencari solusi tempat untuk relokasi warga yang ada di tiga wilayah. Namun yang jelas, hibah lahan ini harus dilakukan terlebih dahulu.  “Sekarang kita fokus dulu penyerahaan lahan. Nanti kalau sudah diserahkan, baru kita pikirkan teknis relokasinya,” ungkap Yulis.

Untuk proses penyerahaan lahan hibah dari PT Pelindo II itu saat ini masih belum selesai proses administrasi. Sebab, Badan Pertanahaan Nasional (BPN) baru selesai melakukan pengukuran lahan yang akan dihibahkan kepada masyarakat. Setelah nantinya dikeluarkan sertifikat lahan itu, maka warga secara resmi akan tinggal dilokasi tersebut.

Untuk warga yang berada ditiga wilayah yang akan direlokasi itu, akan menempati lahan kosong yang bersisa sekitar 5 hektar.”Kalau sudah selesai semua baru serahkan. Semakin cepat, maka semakin baik,” papar Yulis.
Saat dikonfirmasi GM Pelindo ll Cabang Bengkulu, Hambar Wiyadi masih enggan memberikan komentar apapun. Beberapa kali di konfirmasi BE, juga tidak memberikan respon apapun. (151)