Sudirman Gugat PKS Rp 5 Miliar

3 Pasangan Kandidat Mendaftar

BENGKULU, BE – Batalnya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengusung Wakil Ketua Dewan Pimpinan PKPI Provinsi Bengkulu, Ir H Sudirman Saleh MM sebagai calon wakil walikota mendampingi H Dani Hamdani MPd bakal berbuntut panjang. Pasalnya Sudirman akan menggugat keputusan PKS yang mengusungkan Kanedi – Dani. PKS dianggap melanggar janji yang sudah disepakati bersama pengurus DPD PKS dan Sudirman. Gugatan itu disampaikan lantaran Sudirman merasa ditipu, dilecehkan, dipermalukan, dan dizalimi. Selain itu, Sudirman juga diminta untuk menyetorkan uang sebesar Rp 30 Juta untuk membayar partai Republikan sebagai tambahan partai dukungan. Akibatnya Sudirman merasa dirugikan. Ia pun akan menggugat PKS Rp 5 Miliar. Perjanjian antara ketua DPD PKS Alamsyah SPd yang mengusung Sudirman sebagai pendamping Dani Hamdani pun bukan hanya sekedar ucapan biasa. Melainkan tertuang dalam surat keputusan yang dikelurakan DPD PKS dengan nomor 04/D.SK/AG-04/PKS/VI/1433 tanggal 10 Mei 2012 tentang penetapan usulan calon walikota dan wakil walikota pada pilwakot 2012 yakni Ir H Sudirman Saleh MM sebagai calon wakil walikota mendampingi H Dani Hamdani sebagai calon Walikota Bengkulu.

“Secara material yang sah saya diminta untuk membayar uang Rp 30 juta untuk partai Republikan. Namun setelah dikonfirmasi uang tersebut belum diserahkan kepada partai Republikan. Sedangkan kerugian immaterial belum dihitung namun saya akan menuntutnya Rp 5 miliar,” kata Sudirman Saleh, kemarin. Ia juga menyampaikan semua kejadian tersebut bisa menjadi pelajaran bagi semua masyarakat Bengkulu. Katanya PKS merupakan partai yang amanah, namun kenyataannya tidak amanah. Sudirman menjelaskan ia melalui kuasa hukumnya, Samsuddin SH juga telah melayang surat somasi pertama dengan tembusan DPP dan DPW PKS, KPU Kota Bengkulu, dan panwaslukada. Dalam surat itu disebutkan bahwa Sudirman tetap meminta agar PKS konsisten dengan janji-janjinya untuk mengusung Dani Hamdani dan Sudirman Saleh sebagai calon walikota dan wakil walikota. Apabila PKS tidak mengindahkan permintaan tersebut, maka ia akan mengambil langkah hukum, baik perdata maupun perdana. “Nanti pengacara saya akan menempuh jalur hukum yang berlaku, baik perdata maupun pidana,” bebernya.

Sudirman menjelaskan sebelumnya ia diminta agar tidak banyak berkomentar terkait PKS mengusung Kanedi – Dani oleh Ketua DPD sembari terus menyampaikan bahwa PKS tetap mengusungkan dirinya sebagai wakil Dani. Namun hingga saa ini tidak mampu lagi untuk membendung hal tersebut. “Mengapa baru sekarang saya membuka masalah ini, karena saya baru tahu bahwa PKS mengusung Kanedi – Dani baru 3 hari yang lalu. Sebelumnya saya disuruh diam tidak usah banyak komntar dengan janji akan diusung oleh PKS. Mendapati janji itu saya pun diam dan ternyata PKS telah final mengusung Kanedi-Dani,” Paparnya. Dilanjutkannya, selama ini apapun info dari luar saya telan mentah-mentah karena dirinya percaya dengan komitmen PKS dalam rapat pengurus DPD kota yang dihadiri ketua, sekretaris, bendahara dan bebrapa anggota lainnya dari DPD serta perwakilan ketua DPW yang dihadiri ustadz Iit. Dikonfirmasi, Ketua DPD PKS Alamsyah SPd mempersilahkan pihak Sudirman menggugat dan pihaknya pun siap untuk melayaninya. “Ya silahkan saja, dan kami pun akan menyiapkan pengacara untuk melayaninya,” kata Alamsyah, kemarin. Alamsyah menjelaskan pihaknya telah memberikan penjelasan kepada Susdirman secara berulang kali, baik lewat SMS maupun via telepon. “Semestinya tidak begini caranya, saya telah memberikan penjelasan terkait alasan PKS urung mengusung Dani-Sudirman,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, salah satu penyebab PKS mengusung Kamedi – Dani, karena Sudirman sendiri tidak bisa memastikan apakah dirinya mendapat restu dari DPP PKPI atau tidak. Sementara tahapan PKS untuk mengusung calon tetap berlanjut. “Waktu itu pak Sudirman sendiri tidak bisa memastikan dapat dukungan dari PKPI, disamping itu PKS terus berjalan dan tidak bisa menunggu yang terlalu lama,” sampainya. Terkait Sudirman telah menyetorkan uang senilai Rp 30 juta, Alamsyah membenarkan hal tersebut. Namun uang itu untuk dibayarkan kepada parati Republikan sebagai penambah dukungan, bukan untuk PKS. “Uang itu hanya titipan pak Dirman untuk diberikan ke partai Republikan, dan sudah kami berikan barang bukti berupa kwitansinya pun ada di tangan kami,” bebernya. Kendati Sudirman berencana menggugat, Alamsyah mengaku tetap berupaya untuk menyelesaikan masalah tersebut secara baik-baik, karena umat Islam semuanya bersaudara.

Mendaftar

Pasangan kandidat yang mendaftrakan dirinya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bengkulu terus bertambah. Kemarin (9/6), sedikitnya ada 3 pasangan kandidat yang mendaftarkan diri yakni pasangan Ir Hakman Novi – Drs Khairuddin Wahid MAg, Ridwan Marigo SH – Bowo Triyanto SH dan pasangan HM Syamlan LC – H Jumaris Dadang. Pasangan Hakman Novi – Khairuddin tiba di KPU sekitar pukul 09.00 WIB dengan membawa massa sekitar 250 orang. Pasangan Hakman – Khairuddin serta pendukungnya mendatangi KPU dengan konvoi sepeda motor dan mobil yang dimeriahi tabuhan dol. Setelah tiba di KPU, pasangan ini diterima ketua KPU Salahudin Yahya SAg MSi beserta anggotanya. Ketika diwawancara usai pendaftaran, Hakman mengatakan bahwa pihaknya telah mulai melakukan sosialisasi atau memperkenalkan diri kepada masyarakat secara door to door. Karena ia telah dapat memastikan bahwa pasangannya akan lolos menjadi calon walikota dan wakil walikota, karena telah lolos dalam verifikasi tahap pertama beberapa waktu lalu. “Strategi yang telah mulai kita lakukan yakni secara door to door,” ucapnya. Mengenai total kekayaan yang dimilikinya, Hakman mengaku memiliki kekayaan mencapai Rp 5,4 miliar. Namun yang digunakan untuk modal pilwakot hanya Rp 750 juta. “Untuk modal pilkada ini kami akan menyiapkan rekening, jadi siapa yang saja ingin menjadi donatur kami persilahkan,” bebernya. Hakman mengaku sejauh ini ia didukung beberapa investor. “Saya kan seorang investor, jadi teman-teman saya sesama investor juga bersedia memberikan bantuannya, baik investor dari dalam maupun luar negeri,” ungkapnya. Sementara Khairudin Wahid mengaku hanya memiliki total kekayaan sekitar Rp 1,5 miliar. “Saya ini tidak punya apa-apa, mungkin kekayaan saya tidak sampai Rp 2 Miliar, sedangkan jumlah yang akan dimasukkan ke dalam rekening kampanye nanti seadanya saja,” tutupnya.

Naik Motor
Sekitar pukul 10.30 WIB, pasangan balon Ridwan Marigo SH – Bowo Triyanto pun tiba di KPU untuk mendaftarkan diri. Namun berbeda dengan pasangan lainnya, Ridwan-Bowo mendatangi KPU berboncengan dengan menggunakan sepeda motor Supra X 125 miliki Ridwan. Tidak hanya itu, puluhan pendukunganya pun juga menggunakan sepeda motor. Pendukung pasangan ini juga terlihat lebih sedikit dari jumlah pendukungan balon lainnya. Saat diwawancarai, Ridwan mengaku sengaja memilih menggunakan sepeda motor karena lebih gampang dan lebih ekonomis. “Kami menggunakan motor karena lebih gampng dan lebih ekonomis, selain itu juga bertujuan agar tidak terlalu memberatkan banyak orang yang ingin mengantarkan kami ke KPU ini,” ucapnya tanpa beban. Ia juga mengaku optimis dapat memenangkan pilwakot tersebut, meskipun ia mengakui bahwa meraih kemenangan membutuhkan perjuangan yang cukup berat. “Kami berdua selalu optimis, baik optimis lolos verifikasi maupun optimis memenangkan pertarungan ini,” sampainya. Sementara itu, kemarin sore sekitar pukul 17.30 WIB giliran pasangan HM Syamlan – Jumaris Dadang mendatangi KPU untuk mendaftarkan diri. Pendukung pasangan ini pun tidak terlalu banyak hanya sekitar 200 orang. Namun acara sedikit meriah, karena dihiburkan oleh puluhan ibu-ibu memukul rebana. Dihadapan Komisioner KPU, Syamlan mengungkapkan bahwa kedatanganya kali ini untuk menegaskan kembali bahwa pasangannya benar-benar serius mengikuti pilwakot tersebut. “Kami memang serius untuk menggarap lahan amal ini, untuk itu kami tetap mendaftarkan diri meskipun belum lolos dalam verifikasi tahap II,” katnya. Ia juga mengaku siap mengikuti proses selanjutnya jika diizinkan menjadi calon walikota dan wakil walikota Bengkulu. “Semua kritik dan saran dari semua kalangan sangat kami harapkan, karena tujuan bukan mencari jabatan melainkan mencari amal soleh sebagai kepala pemerintahan daerah,” sampainya.

Syamlan mengungkapkan bahwa pasangannya mampu untuk meraih kemenangan baik satu putaran maupun dua putaran. “Kami siap menang 1 putaran, kalau pun harus 2 putaran maka kami juga siap,” teriaknya disambut tepuk tangan dari pendukungnya. Mengenai pandangannya terhadap semua balon walikota dan wakil walikota, Syamlan mengaku semuanya baik dan semuanya merupakan orang hebat yang ada di daerah ini. Untuk itu, ia pun menyadari untuk menuju kemenangan bukan lah semudah membalik telapak tangan, melainkan butuh perjuangan yang keras pula. Semenatara balon wakilnya, Jumaris Dadang menyampaikan harapannya agar pasangannya dapat lolos dan semua tahapan berikutnya akan lancar. “Mudah-mudahan proses pencalonan kami berjalan lancar tanpa hambatan yang berarti,” pungkasnya. (400)