Sudirman Ail Minta Penjarakan Aparat Curang

20151201_111540 (1)

Sudirman Ail Dukung RM-SATU

BENGKULU, BE – Tokoh Nasional asal Bengkulu, Drs. Sudirman Ail SH MBA menegaskan bahwa siapa pun yang bakal akan memimpin Provinsi Bengkulu, baik untuk gubernur mapaupun bupati, tidak boleh ada siapapun yang menyetir atau mengedalikan dibelakangnya. Karena pada dasarnya, siapapun pemimpin yang ditunggangi oleh orang lain, maka kenerja dalam memimpin tak bakal akan sesuai apa yang diharapkan masyarakat.

“Menurut hemat saya, siapa pun pemimpin yang dikendalikan oleh orang lain. Maka dalam kepemimpiannya tidak bakal akan berhasil. Maka dari itu, saya tegaskan kepada semua masyarakat Bengkulu untuk cerdas dan tepat dalam memilih pemimpin 5 tahun mendatang,” terang Sudirman saat menyampaikan materi Seminar Nasional dengan tema “Bengkulu Maju dan Bersih” yang dihadiri para ratusan mahasiswa, di Aula Hotel Latansa Bengkulu, kemarin (1/12).

Sebagai tokoh Bengkulu yang juga mantan Deputi Operasi Polri itu dengan pangkat Irjen (pol) ini,  Sudirman Ail juga menginginkan Pilgub Bengkulu berlangsung aman dan bersih. Karena momen ini lah, masyarakat Bengkulu saatnya untuk menentukan pemimpinnya.

“Oleh karena itu, pilihlah pemimpin yang cakap dan pengalaman,” ujarnya yang juga pernah menjabat sebagai mantan wakapolda Jatim dan Kapolda Jawa Barat itu.

Sudirman Ail yang cukup dekat dengan Kapolri Badrotin Haiti. Karena ketika menjabat Wakapolda Jatim, Badrodin Haiti jadi Kapolres dan ketika Sudirman Kapolres Jakarta Selatan, Badrodin salah satu Kapolseknya. Disatu sisi, Sudirman juga menyinggung banyaknya proyek yang mangkrak di era gubernur Agusrin M. Najamudin. Dengan mangkraknya proyek tersebut, maka banyak anggara yang  telah dihabiskan sia-sia.

“Jangan sampai ada pengulangan penghamburan uang rakyat,” papar Sudirman.
Karena itu ia mengimbau warga Bengkulu harus cermat menentukan pilihan. Karena pilihan tersebut, bakal akan menentukan nasib Provinsi Bengkulu, 5 tahun mendatang.

“Ditinjau dari segi apapun, secara obyektif Ridwan Mukti-Rohidin lebih pantas jadi pemimpin Bengkulu,” ujar Sudirman blak-blakan.
Selain itu, tokoh kelahiran Seluma ini juga meminta aparat kepolisian menjaga netralitasnya, terutama saat pencoblosan dan pengumpulan kertas suara. Bukan hanya aparat, Sudirman juga mengimbau kepada semua penyelenggara pemilu untuk berbuat adil dan tidak memihak kepada siapun.

“Kalau ada yang bermain, Saya akan telepon Kapolri untuk memastikan ini. Jangan sampai Polri condong ke kiri atau ke kanan,” tegas Sudirman.

Sementara itu, mantan Ketua MK, Mahfud MD yang juga hadir sebagai pemateri dalam kesempatan itu  mengatakan rakyat punya peran besar dalam suatu daerah, apalagi dalam momentum pilkada. Mahfud MD berpesan untuk menuju Bengkulu Maju dan Bersih rakyat harus bisa berperan aktif dalam  memajukan suatu daerah.

“Yang sering terjadi pemimpinnya tidak bisa jadi tauladan dan rakyat malah juga ikut merusak (destruktif),” papar Mahfid.
Mahfud juga menyinggung tentang tujuan penting bernegara. Karena dengan bernegara maka akan menciptakan bangsa yang bermartabat.

“tujuan kita bernegara adalah menjaga martabat manusia dan mensejahterakan rakyat,” sautnya.

Agar tujuan itu tercapai, lanjut Mahfud, syaratnya masyarakat harus memilih pemerintah yang adil dan bersih.\

“Bersih itu yang trackrecordnya tidak terlibat kejahatan (terbukti), hindari lingkungan koruptif, karena akan melahirkan korupsi-korupsi berikutnya.” ucapnya.

Sementara itu, Dr Elektison Somi SH MHum, yang juga menjadi pemateri dalam Seminar Nasional  tersebut mengungkapkan, Provinsi Bengkulu saat ini membutuhkan pemerintahan yang berwibawa yang mampu mensikronisasi kebijakan kabupaten kota dengan kebijakan provinsi. Singkronisasi tersebut  salah satunya guna menghindari tumpang tindih kebijakan yang akhirnya tak bisa memberikan manfaat secara merata. “Seperti lampu jalan di pantai panjang, terdapat dua lampu jalan yang satu menggunakan solar sistem yang satu menggunakan jalur PLN. Lampu itu punya provinsi dan punya kota, anehnya lagi keduanya tidak menyala. Singkronisasi kebijakan akan menghindari hal-hal seperti ini, ironinya lagi di daerah lain pada provinsi ini, tak sedikit yang gelap gulita,” tutur Elektison mencontohkan dengan sejumlah permasalahan.

Lanjut, Elektison, keterbatasan dana juga menjadi masalah yang serius di Provinsi Bengkulu. Elektison membacakan pada 2012 PAD hanya 479M sedang APBD 1,54T dan pada 2013 PAD 504M dengan APBD 1,6T. Menurutnya, jika APBD presentasinya mayoritas dari PAD atau minimal 50% maka akan berpengaruh pada percepatan daerah sehingga mampu membangun infrastruktur.  “Wajar jika Provinsi Bengkulu  kecil nilai TD (Tunjangan Daerah) karena PAD nya juga kecil. Ya Kalau, APBD nya masih bertumpu pada dana perimbangan pemerintah pusat maka pembangunan akan  lamban,” kelakar Elektison.

Sudirman Ail Dukung RM-SATU

Sebelumnya, Senin, 30/11 Sudirman Ail menghimbau kepada warga Bengkulu dan jejaring yang pernah memberikan dukungan padanya agar tidak salah memilih pemimpin. Menurut Sudirman Ail, sosok yang diyakini mampu membarikan perubahan untuk Bengkulu adalah Ridwan Mukti dan Rohidin Mersyah hal ini disampaikan dalam konfrensi pers di rumah makan Inga Raya Kota Bengkulu

Sudirman Ail meminta, masyarakat menggunakan hak pilihnya dan jangan sampai golput dalam pilgub kali ini. Menurut Mantan Kapolda Jabar itu, Bengkulu membutuhkan pemimpin yang punya pengalaman, punya kemampuan untuk melakukan terobosan, dan punya track record yang jelas. Bila warga Bengkulu salah pilih lagi dalam Pilgub mendatang, Bengkulu akan tertinggal terus seperti yang terjadi selama ini, dimana pembangunan berjalan sangat lambat dan rakyat yang dirugikan.

Selanjutnya Sudirman Ail kembali menegaskan, setelah melalui proses panjang dari aspek manfaat dan mudharatnya untuk masyarakat Provinsi Bengkulu, “dengan niat lillahi ta’ala, maka untuk calon Gubernur Bengkulu, saya menghimbau adik sanak masyarakat Bengkulu untuk memilih pasangan yang jelas trak record nya. Saatnya Bengkulu memilih pemimpin baru yang mampu memberi perubahan untuk Bengkulu kedepan,” ujar Sudirman Ail, yang juga pernah mencalonkan diri sebagai Gubernur Bengkulu tahun 2010

Menurut Sudirman Ail, secara kapasitas Ridwan Mukti-Rohidin Mersyah lebih mumpuni untuk perubahan Bengkulu yang lebih baik.

“Masyarakat jangan sampai jatuh pada lubang yang sama, dulu pernah santer dibicarakan yang muda lebih baik, tapi kenyataannya yang muda belum bisa berbuat apa-apa. Pilihlah calon yang lebih matang,” pungkas Sudirman Ail, yang juga pernah mencalonkan diri sebagai Gubernur Bengkulu tahun 2010. (151)