Sudarmin Dinilai Tak Mampu

Ist/Bengkulu EkspressKiri Sudarmin (Pegang HP) bersama sejumlah anggota Komisi 3 DPRD Kepahiang saat mengecek lokasi banjir di Pasar Kepahiang yang terindikasi akibat bocornya pipa PDAM.

KEPAHIANG, Bengkulu Ekspress– Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Alami Sudarmin SH dinilai gagal menjalakan tugas. Karena tidak mampu mencapai target yang diharapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang. Akibatnya permasalahan ditubuh manajemen PDAM tidak kunjung teratasi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kepahiang, Zamzami Zubir SE MM mengatakan, saat mengganti Dirut PDAM Tirta Alami Karmolis ST dan menempatkan Sudarmin SH sebagai pimpinan baru diperusahaan milik daerah tersebut diharapkan bisa menjalankan misi untuk melaksanakan perbaikan. Agar perusahaan dengan modal dari pemerintah sebesar Rp 23 miliar tersebut bisa berjalan secara baik. Tanpa ada persolanan tunggakan gaji karyawan lagi.

“Misi yang diharapkan dari pak Sudarmin pasca pergantian dirut PDAM adalah menyelesaikan penagihan tunggakan pelanggan. Sebab, salah satu sumber untuk mengatasi masalah di PDAM ada itu. Tapi nampaknya pak Sudarmin tidak mampu melaksanakannya,” kata Zamzami.

Ditegaskan Zamzami, dalam menagih tunggakan pelanggan yang sudah mencapai Rp 2 miliar dibutuhkan keberanian dan ketegasan dari seorang direktur. Namun itu tidak dimiliki Sudarmin hingga persoalan akut ditubuh PDAM belum juga dapat diatasi.

“Audit BPKP PDAM sakit, sakit sudah dari yang lama. Jadi pergantian dirut dengan harapan bisa memperbaiki PDAM tanpa ada suntikan dana, kenyataan itu masih gagal,” kata Zamzami.

Menurutnya, sebelum dilaksanakan pergantian Dirut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang pernah membentuk tim untuk menagih tunggakan pelanggan. Tim tersebut mampu menjalankan tugas, sehingga dana yang didapat cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional dan gaji karyawan. “Sebelum pergantian dirut, kita pernah bentuk tim penagihan dan itu bisa tercapai, dana yang didapat cukup untuk menjalankan operasional dan gaji karyawan PDAM,” tuturnya.

Sementara, Sudarmin ketika mau dikonfirmasi Bengkulu Ekspress, belum bersedia memberikan jawaban. Ia mengaku, tengah berada di perjalanan dengan mengendarai kendaraan, sehingga belum dapat berkomunikasi. (320)