Sudah “Kronis” RSUD Bakal Tutup

BENGKULU, BE – RSUD M Yunus bakal tutup bila permasalahan tidak segera diatasi. Apalagi pejabat yang memiliki kewenangan tidak serius melakukan perbaikan.  Kondisi yang sudah kronis ini, salah satunya menyebabkan perawat dan dokter menggelar demontrasi dan mogok kerja selama 2,5 jam (Senin, 2/10) lalu. Bahkan, bila dalam satu bulan tidak ada perbaikan, karyawan rumah sakit akan mogok total.

Kepala Dinskes Provinsi Hendarini, BSc, SSos juga mengakui jika rumah sakit yang setiap tahun mendapatkan kucuran puluhan miliar itu memang dalam kondisi kronis.  “Kami memang harus serius mengatasi persoalan ini. Ini menjadi PR (Pekerjaan Rumah) bagi saya,  untuk membenahi rumah sakit ini,” ujarnya.

Ia mengatakan masalah rumah sakit akan segera dituntaskan. Termasuk merombak manajemen, sudah menjadi tekad oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur H Junaidi Hamsyah.  “Apa yang menjadi tuntutan dokter dan perawat (demo), sebenarnya sudah menjadi perencanaan Bapak Plt Gubernur (H Junaidi Hamsyah). Kami semua sudah satu hati untuk melakukan perbaikan,” kata Hendarini.

Di sisi lain, Direktur Bengkulu Develompment Wacht (BDW) Dian Syahputra SIP menilai Plt Gubernur H Junaidi Hamsyah terlalu lambat menyikapi masalah yang selama ini terjadi di RSUD M Yunus. Persoalan M Yunus, sudah terjadi beberapa tahun, tetapi selama ini ditutup-tutupi. “Sehingga persoalan didalamnya sudah sangat kronis,” katanya.

Anehnya, kata Dian, meski sudah tahu kronis, tidak ada kebijakan yang dilakukan untuk memperbaiki rumah sakit. Seolah, rumah sakit itu tidak terjadi apa-apa. “Bila tidak ada langkah cepat, tidak lama lagi rumah sakit ini bakal tutup. Pasien yang kesitu, tidak akan sembuh karena memang pelayanannya sudah macet total,” katanya.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi harus serius mengatasi persoalan ini. Apalagi, rumah sakit itu satu-satunya terbesar yang ada di Bengkulu. Pejabat yang memiliki kewenangan membenahi rumah sakit itu agar semakin baik pelayanannya. “Kalau tutup, mau kemana masyarakat Bengkulu berobat. Apa tidak kasian, ribuan orang per hari menahan sakit berobat ke Bengkulu,” katanya. (100)