Sudah 3 Minggu Tidak Ada Kapal Masuk, Hasil Bumi Membusuk dan Kebutuhan Sembako di Pulau Enggano Mulai Langka

Buah pisang di Pulau Enggano yang membusuk

ENGGANO, BE – Akibat sudah 3 minggu lebih tidak ada satupun kapal yang masuk di Pulau Enggano.

Hasil bumi masyarakat setempat yang di dominasi pisang kepok tidak bisa disditribusikan, akibatnya hasil panen pertanian tersebut banyak membusuk.

Selain itu juga bukan hanya hasil bumi, kebutuhan sembako, seperti beras, minyak, bawang, gula, kopi dan bahan pokok lainnya mulai langka.

Ketua Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Kecamatan Enggano, Reddy Heloman, SSos saat dikomfrimasi BE, Kamis (30/7), membenarkan hal itu.

“Ya, sudah 3 minggu baik kapal Ferry, kapal perintis tidak masuk di ke Pulau Enggano, akibatnya hasil bumi kita disini seperti hasil pertanian dan laut banyak membusuk. Begitu juga dengan kebutuhan pokok sembako juga sudah mulai menipis dan langka, karena tidak adanya akses mobilasasi,” kata Reddy

Reddy menambahkan, bahwa hal ini dikerenakan memang kondisi cuaca yang tidak memungkinkan karena arus gelombang yang sangat tinggi. Dan ini pun sesuai dengan surat edaran yang telah dikeluarkan oleh kementerian perhubungan tentang penundaan sementara peneribitan surat persetujuan berlayar atau SPB.

“Memang sebagian masyarakat ada yang menggunakan transportasi udara namun kendalanya yang pertama jadwal penerbangan terbatas dan kapisitas muatan juga sangat sedikit. Jadi saat ini memang masyarkat sedikit kesusahan apabila adanya kondisi seperti ini. Kami berharap dengan pemerintah untuk dapat menambah jadwal penerbangan transportasi udara karena masyarakat di sini sangat membutuhkan apabila kondisi seperti saat ini,” pungkasnya.(127)