Subsidi BBM Rp 3.900

BI: Laju Inflasi 1,28 Persen

JAKARTA, BE – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan, besaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dengan asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) sebesar 105 Dolar AS per barel adalah Rp 3.900 per liter. Besaran subsidi tersebut berasal dari harga keenonomian premium Rp 8.400 per liter dikurangi harga jual ke konsumen Rp 4.500 per liter.Harga keekonomian Rp 8.400 per liter berasal dari harga dasar BBM dari minyak mentah dengan patokan ICP 105 Dolar AS per barel adalah Rp 5.943 per liter. Lalu, ditambah biaya lifting, refinery, dan transportation (LRT) minyak bumi adalah 24,1 Dolar AS per barel atau setara dengan Rp 1.394 per liter dan ditambah pajak dan lain-lain 15%, sehingga harga keekonomian BBM Rp 8.400 per liter.”Sering saya katakan tidak ada presiden yang mau membuat rakyatnya melarat, termasuk para mantan presiden yang pernah menaikkan BBM,” kata Jero Wacik dalam konferensi pers di kantor ESDM, Rabu (28/3).Mengenai alasan PT Pertamina (Persero) harus membeli minyak mentah dengan harga ICP, padahal minyak adalah milik rakyat, sehingga harusnya gratis, Kementerian ESDM menjelaskan, minyak bagian negara sebesar 586 ribu barel per hari merupakan sumber penerimaan APBN dengan harga ICP. Sementara, kebutuhan konsumsi BBM nasional tahun 2012 direncanakan sebesar 1,4 juta barel per hari, sehingga masih dibutuhkan impor sebesar 802 ribu barel per hari. Impor tersebut berasal dari 265 ribu barel per hari yang dibeli dengan harga ICP dan 537 ribu barel per hari lainnya dibeli dengan harga patokan di Singapura (MOPS).

Tekan Inflasi

Bank Indonesia (BI) Bengkulu ikut mengantisipasi rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM) 1 April mendatang. Jika subsidi BBM resmi dikurangi, praktis berimbas naiknya inflasi seiring dengan lonjakan harga barang di pasaran. Namun BI memprediksi laju inflasi tidak akan terlalu besar imbasnya bagi Bengkulu. Kenaikannya hanya akan berkisar sekitar 1,28 persen. Ini terungkap rapat Tim Teknis Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bengkulu, kemarin (28/3) di Hotel Nala Sea Side. “Sementara dampak tidak langsung yang tertransmisi melalui biaya transportasi serta barang-barang lain akan berkisar 1,88 persen,” ujar Deputi Pemimpin Bidang Ekonomi Moneter BI Bengkulu Bayu Martanto.Tambah Bayu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu, inflasi hingga Februari 2012 lalu masih tergolong rendah yaitu secara kumulatif sebesar 0,03% (ytd). Melihat kondisi harga-harga serta perekonomian secara umum pada saat ini, BI Bengkulu memperkirakan dampak kenaikan harga BBM 2012 terhadap inflasi Kota Bengkulu tidak akan setinggi pada saat kenaikan BBM di tahun 2008.Pun begitu ia tetap mengingatkan pemerintah daerah untuk tetap mengantisipasi lonjakannya. “Salah satu upayanya pemerintah daerah bisa meminimalisir terjadinya kenaikan tarif-tarif layanan seperti pajak maupun retribusi daerah,” imbuhnya.Di bagian lain Perum Bulog dan Badan Ketahanan Pangan Provinsi Bengkulu memastikan ketersediaan beras. Stok Bulog saat ini mencapai 10.00 ton. Rencananya akan kembali dipasok sebanyak 10.500 ton pada Mei mendatang. Sementara itu, BKP menyatakan bahwa terdapat persediaan gabah sebanyak 88.804 Kg dan beras sebanyak 76.452 Kg di lumbung distribusi pangan petani yang tersebar di lima kabupaten.

Batas Tarif Angkot

Dibagian lain imbas kenaikan BBM membuat pemerintah menyetujui kenaikan tarif angkutan umum. Tapi batasannya maksimal 20 persen dari tarif dasar. Hal ini diungkapkan Pelaksana Tugas Kadishubkominfo Provinsi Budi Djatmiko, kemarin.” Dishubkominfo mengusulkan kenaikan tarif angkutan dalam kota dan antarkota dalam provinsi sebesar 15 persen dari tarif dasar,” katanya.Ia mengatakan kebijakan kenaikan angka ini dikoordinasikan dengan seluruh kepala dinas perhubungan 30 Maret 2012. Keputusan penaikan tarif angkutan dalam kota akan diterbitkan dengan Peraturan Walikota atau Peraturan Bupati. “Sedangkan untuk angkutan antarkota dalam provinsi ditetapkan gubernur,” katanya. Sementara tarif angkutan antarkota antarprovinsi akan ditetapkan oleh Dirjen Perhubungan Darat. Tarif baru itu akan berlaku sesuai dengan penetapan kenaikan harga bahan bakar minyak pada 1 April 2012. Pemerintah juga menyepakati pemberian subsidi dengan membebaskan pajak kendaraan angkutan umum selama setahun.”Jumlah kendaraan yang perusahaan angkutan umum yang mendapat insentif itu akan diumumkan oleh Kementerian Dalam Negeri,” katanya.

Raskin Tidak Boleh Naik

Warga miskin setidaknya bisa sedikit bernafas lega. Harga beras untuk rakyat miskin dijamin Pemerintah Provinsi Bengkulu tidak akan mengalami kenaikan. Harga tetap Rp 1.200 perKg. “Ada pedagang yang bermain nakal kita akan lakukan operasi pasar, stok kita ada 18.000 ton beras, dan kenaikan itu tidak bisa ditahan dan dampaknya pasti kita rasakan. Namun untuk raskin tidak akan mengalami kenaikan, meskipun ongkos transportasi naik,” kata Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Bengkulu, Muslih Zaini.Ia mengatakan apabila harga beras sudah diatas kewajarannya, maka mengacu pada ketentuan surat keputusan bersama Menteri Perdagangan, Menteri Ekonomi dan Pertanian harus dilakukan operasi pasar. Dengan mengunakan beras yang sudah ada di gudang Bulog Provinsi dan Kabupaten/Kota. “Stok kita ada di Bulog dan sudah disidak oleh Plt Gubernur selama 3 bulan sudah cukup. Raskin secepatnya disalurkan, ” ujarnya.

Satgas Cek SPBU

Mulai hari ini (29/3), satuan tugas (satgas) yang dibentuk Walikota Bengkulu turun ke semua SPBU di Kota Bengkulu. Satgas yang beranggotakan Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (FKPD) ini mengawasi upaya penimbunan BBM sekaligus mengantisipasi antrean yang panjang. Satgas tersebut terus melakukan pengawasan hingga pukul 00.00 WIB pada saat kenaikan BBM tanggal 1 April mendatang. “Besok (hari ini) semua anggota Satgas akan turun ke semua SPBU yang ada di Kota Bengkulu,” kata Asisten I Dra Rosmidar. Satgas juga bertugas melakukan pengawasan terhadap pembatasan pembelian BBM berdasarkan surat edaran yang telah dikeluarkan walikota. “Dalam surat edaran itu sudah jelas, bagi kendaraan roda 2 hanya dibolehkan 3 liter, sedangkan kendaraan roda 4 hanya 20 liter. Jika pihak SPBU tidak mengikutiditindak tegas,” ancamnya. Sales Representatif Depo Pertamina Bengkulu Misbah Bukhori menjamin ketersediaan BBM jelang maupun sesudah kenaikan BBM. Pihaknya juga melakukan antisipasi dengan mempersiapkan armada angkut agar dapat mengoptimalkan distribusi BBM.”Volume kuota BBM bersubsidi terbatas, namun konsumsi terus meningkat. Setiap bulan Pertamina selalu mengirimkan informasi mengenai realisasi dan kuota BBM kepada pemerintah daerah. Hendaknya didukung data pertumbuhan kendaaraan di Provinsi Bengkulu, agar pemerintah daerah dapat mengajukan penambahan kuota BBM kepada Kementerian ESDM,” terangnya.(100/400/**)