Suban Ayam Bangun Kantor Desa

Warga secara swadaya membangun kantor Desa Suban Ayam Kecamatan Selupu Rejang Kamis (18/1) kemarin. Kantor desa tersebut dibangun menggunakan ADD tahun 2017.
Warga secara swadaya membangun kantor Desa Suban Ayam Kecamatan Selupu Rejang Kamis (18/1) kemarin. Kantor desa tersebut dibangun menggunakan ADD tahun 2017.

CURUP, Bengkulu Ekspress – Sesuai dengan instruksi Bupati Rejang Lebong, Dr. (HC) H. A. Hijazi, SH, M.Si, agar pelayanan kepada masyarakat tidak dilaksanakan di Rumah Kepala Desa (Kades). Sejumlah desa mulai membangun kantor desa tak terkecuali Desa Suban Ayam, Kecamatan Selupu Rejang. Pembangunan kantor Desa Suban Ayam tersebut dilakukan dengan menggunakan Anggaran Dana Desa (ADD) yang diterima Desa Suban Ayam pada tahun 2017 lalu. Dimana pembangunan kantor desa tersebut masih berjalan hingga saat ini.

“Selama ini kita belum memiliki kantor desa, namun sesuai dengan instruksi Bupati maka dengan ADD tahun 2017 lalu maka kita mulai membangun kantor desa,” terang Kades Suban Ayam, Ibnu Hajar, disela-sela kegiatan pembangunan kantor desa, Kamis (18/1) kemarin.

Menurut Ibnu Hajar, pembangunan kantor desa tersebut dilakukan di Balai Desa Suban Ayam yang sebelumnya memang sudah ada.

Sementara itu, untuk ADD yang diterima Desa Suban Ayam tahun 2017 lalu sebesar Rp. 261 Juta. Namun menurut Ibnu Hajar, tidak semua dana tersebut mereka gunakan untuk membangun kantor desa namun juga akan mereka gunakan untuk membangun perpustakaan desa.

Dijelaskan Ibnu, gedung tersebut dibangun dua lantai yang nantinya apada lantai 1 akan digunakan sebagai perpustakaan desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sedangkan lantai 2 digunakan untuk kantor desa.

“Kantor desa ini dibangun dua lantai dengan luas 5,25 x 11 meter persegi, dan kedepannya atau tahu 2018 nanti kantor ini akan dikembangkan lagi termasuk untuk balai desa,” jelas Ibnu.

Dalam kesempatan tersebut, Ibnu juga menjelaskan, sejak dibangun pada tahun 1982 silam gedung balai desa tersebut belum pernah dilakukan renovasi. Padahal menurutnya selama ini balai desa tersebut digunakan untuk berbagi kegiatan didesa mulai dari kegiatan pemerintahan hingga digunakan untuk proses belajar-mengajar, mulai dari pendidikan Paket Kesetaraan hingga PAUD.

Pembangunan gedung kantor desa itu pula, ditambahkan Ibnu, dilakukan secara gotong royong oleh warga sekitar beserta perangkat desa, kantor tersebut sendiri ditargetkan akan akan dapat difungaikan pada Februari mendatang.

“Untuk sarana perpustakaan sendiri sudah ada, bukunya merupakan pengadaan Provinsi tahun 2014, dan rencananya akan kembali ditambah pada tahun 2018 mendatang,” terang Ibnu

Sementara itu, terkait dengan pengelolaan Dana Desa (DD) tahun 2017 sendiri, diungkapkan Ibnu, DD tersebut telah dialokasikan untuk pembangunan masyarakat desa tersebut, mulai dari kegiatan fisik maupun non fisik.

Untuk kegiatan fisik yang dianggarkan dari DD tersebut meliputi pembangunan bronjong, kemudian pelapis tebing, drainase hingga pembangunan gedung PAUD yang bari diresmikan belum lama ini.

“Untuk total kegiatan dari Dana Desa yang terserap sebanyak Rp. 716 Juta, dipotong Rp. 76 Juta untuk pemberdayaan masyarakat melalui BUMDes, jadi Dana Desa itu tidak terfokus untuk kegiatan fisik,” demikian Ibnu.(251/krn)