Suara Mahasiswa Optimalisasi Fungsi BK

NurulBimbingan dan Konseling (BK) berperan penting untuk mengembangkan lingkungan, membangun interaksi dinamis antara individu dengan lingkungan, dan membelajarkan individu untuk mengembangkan,memperbaiki perilaku. BK bukanlah kegiatan pembelajaran dalam konteks  adegan mengajar yang layaknya dilakukan guru sebagai pembelajaran bidang studi.
“BK layanan ahli dalam konteks memandirikan peserta didik,” ungkap Nurul, mahasiswa Bimbingan Konseling di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu.
Mahasiswa semester akhir ini menyampaikan, fungsi dari bimbingan konseling membantu peserta didik atau siswa agar memiliki pemahaman terhadap dirinya dan potensinya, serta lingkungannya, pendidikan, pekerjaan dan norma agama.
“Berdasarkan pemahaman ini, siswa diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal, dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif,” imbuhnya.
Selain itu,  fungsi lain dari BK sebagai preventif, yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya mencegahnya. Hal tersebut bertujuan agar tindakan negatif tidak dialami dan dilakukan oleh peserta didik. Ditambahkannya, Melalui fungsi ini, konselor memberikan bimbingan kepada siswa tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya.
“Praktik yang dapat digunakan dalam funsi preventif layanan orientasi, informasi, dan bimbingan kelompok. Beberapa masalah yang perlu diinformasikan kepada para siswa dalam rangka mencegah terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan, seperti, bahayanya minuman keras, penyalahgunaan obat-obatan, pergaulan bebas dan lain sebagainya,” jelasnya.
Dengan fungsi tersebut, disampaikannya, peran BK di sekolah harus dioptimalisasi. Menurutnya, dengan optimalnya tugas dan fungsi BK, kenakalan remaja atau siswa bisa ditanggulangi. Karena, para siswa bisa menyalurkan minat dan bakatnya. Selain itu, kenakalan siswa juga bisa dicegah.
“Kalau BK itu jalan dengan baik dan tepat, kenakalan seperti siswa berkelahi, tawuran dan lain sebagainya akan bisa diminimalisir,” kata Nurul. (cw5)