Stok Vaksin Rabies Menipis

Petugas dari Puskeswan saat melakukan vaksin terhadap HPR beberapa waktu lalu, saat ini stok vaksin rabies di Puskeswan Curup mulai menipis.

CURUP, Bengkulu Ekspress- Ketersedian vaksin rabies di Puskeswan Curup mulai menipis. Dimana saat ini stok vaksi rabies di Puskeswan Curup hanya tersisa sekitar 500 dosis saja.

Kepala UPTD Puskeswan Curup, drh Firi Asdianto mengungkapkan stok vaksin untuk hewan penular rabies atau HPR yang mereka miliki tersebut adalah stok vaksin cadangan.”Yang ada saat ini hanya stok vaksin cadangan yang jumlahnya sekitar 500 dosis saja,” terang Firi.

Masih terbatasnya ketersediaan vaksin rabies yang mereka miliki tersebut, karena menurutnya pengadaan untuk tahun 2020 ini baik yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Pemerintah Provinsi Bengkulu maupun pemerintah pusat belum melakukan pengadaan.

“Dengan masih terbatasnya ketersedian vaksin rabies ini, sehingga kita belum bisa melaksanakan vaksinasi masal, karena vaksin yang ada ini kita siapkan untuk yang bersifat darurat atau fasif,” tambah Firi.

Dengan masih terbatasnya vaksin yang mereka miliki tersebut, maka menurut Firi untuk kegiatan vaksinasi massal di 156 desa dan kelurahan dalam 15 kecamatan di Kabupaten Rejang Lebong baru bisa mereka lakukan para petengahan tahun 2020 ini atau menurutnya paling cepat Bulan April mendatang.

“Kita sifatnya menunggu saja, kalau memang pengadaan vaksin sudah dilakukan maka kita akan melakukan kegiatan vaksinasi massal,” ungkapnya.

Dengan masih terbatasnya vaksin rabies yang mereka miliki saat ini, Firi meminta masyarakat Rejang Lebong yang memelihari hewan penular rabies untuk bersabar dalam program vaksinasi massal secara gratis karena belum bisa mereka lakukan.

Namun bila para pemilik HPR yang ingin hewan peliharaannya tetap divaksin secara fasif bisa mendatangi Puskeswan Curup dan akan mereka berikan vaksin rabies.

Sementara itu, terkait dengan kebutuhan vaksin rabies untuk HPR yang terdiri dari anjing, kucing dan kera di Kabupaten Rejang Lebong setiap tahunnya mencapai 21 ribu dosis.

Jumlah tersebut menurut Firi adalah 70 persen dari jumlah populasi HPR di Kabupaten Rejang Lebong yang jumlahnya sekitar 30 ribu ekor.

Hanya saja menurut Firi, meskipun kebutuhan vaksin rabies di Kabupaten Rejang Lebong mencapai 21 ribu dosis, namun kenyataannya setiap tahun jumlah vaksin yang mereka terima hanya sekitar 17 ribuan dosis.

Jumlah tersebut adalah jumlah akumulasi yang mereka terima baik dari Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Pemerintah Provinsi Bengkulu maupun pemerintah pusat.”Sesuai jumlah populasi, kebutuhan kita setiap tahunnya minimal 21 ribu dosis, namun yang kita terima totalnya hanya sekitar 17 ribuan dosis saja,” aku Firi.(251)