Stok Habis, Antrean BBM Memanjang

BINTUHAN, BE- Antrean panjang yang dilakukan oleh kendaraan roda dua dan roda empat, khususnya truk sepanjang 2 Km. Mereka menunggu hingga pukul 04.00 WIB pagi kemarin, namun naasnya SPBU Bintuhan dibuka mulai pukul 06.00 WIB dalam waktu satu jam BBM sebanyak 7 ton ludes. Fenomena ini terjadi kemarin nampak antrean truk dan mobil serta kendaraan motor. Namun demikian BBM langka di Kaur tidak membuat pedagang eceran kehabisan, ditambah harga eceran masih normal. Namun untuk BBM jenis solar habis selama dua hari ini. “Kita sudah menunggu antrean disini sejak pukul 04.00 WIB subuh kemarin, namun belum saja lepas dari antriean bahwa BBM habis kemudian kita terpaksa cari BBM jenis solar diemperan,” ungkap Sopir truk Agus (45) warga Lampung saat menggunakan antrian di SPBU Bintuhan, kemarin.

Data terhimpun, terjadinya antrean panjang ini lantaran disebabkan supplay BBM dari PT Pertamina melakukan pengendalian penyaluran BBM ke SPBU Bintuhan. Tentunya menghambat aktifitas terutama truk dan kendaraan lainnya  mencari BBM jenis solar. Namun jumlah BBM yang masuk sebenaranya tidak mengurangi jumlah tonnya yakni 7 ton, namun jumlah BBM jenis solar yang dikuranginya.

Menyikapi,¬† Asisten I Nandar Munadi SSos didampingi Kabag Pemerintahan Jayadi Ruslan Sst Mtpd mengatakan pihaknya sudah melakukan upaya dengan Provinsi Bengkulu, menyikapi kelangkaan BBM jenis solar. Kemarin pihaknya sudah dikontak oleh Provinsi Bengkulu untuk melakukan pertemuan membahas BBM tersebut. “Yang jelas besok (hari ini) kita akan mengadakan pertemuan dengan provinsi, bukan hanya kabupaten Kaur namun semua daerah,” jelasnya. Untuk menyikapi hal tersebut, lanjut Nandar, pihaknya meminta Provinsi Bengkulu mengupayakan tambahan solar dan bensin, karena keduanya memang masih kekuarangan. Kemudian selama dua hari ini BBM jenis solar habis jelas sangat mengambat aktivitas ini. “Hari ini rencanya Dishutbang ESDM, Disperindakop, Bappeda dan pemerintahan akan melakukan pertemuan bersama gubernur untuk membicarakan hal tersebut, apapun keputusanya ada ditangan provinsi,” ungkapnya.

Menurut Nandar, untuk mengatasi kelangkaan sebenarnya untuk kabupaten Kaur mempercepat pembangunan penambahaan SPBU kembali. Seperti lokasi pembangunan di Desa Wayahawang Kecamatan Maje, nampaknya hingga 6 bulan belum juga selesai. Jika ada satu SPBU dikaur bisa mengatasi salah satu kelangkaan dan kekuarangan BBM. “Namun semuanya itu tergantung pihak Pertamina untuk menyikapinya, kemudian juga walaupun belum ada penambahan SPBU setidaknya ada tambahan kouta BBM sebelumnya 7 ton, jika menambah 20 ton lagi,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Anggota DPRD Kaur Drs Arjun Tauhari mengatakan pihaknya sangat setuju jika adanya kouta pemnambahan, sebelum pembangunan¬† SPBU selesai. Karena hal ini mengataispasi kemacetan yang panjang, disamping lokasi jalan SPBU Bintuhan kecil adanya kemacetan jelas mengganggu aktivitas. Hal ini dalam rapat yang digelar besok (Hari ini) pemarintah bisa mengusulkanya dengan baik.”Pertamina harus melihat kondisi kabupaten mana yang yang kekuarangan bisa segera diatasi, jika tidak maka keadaanya akan semakin parah,” jelasnya.(823)