Stok Darah Kosong

foto:IST

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Mendekati hari raya Idul Fitri 1440 H/2019, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bengkulu justru kehabisan stok darah. Kondisi ini terjadi karena permintaan darah tiap hari tetap, sementara jumlah pendonor darah minim, bahkan relatif tidak ada selama Ramadan ini.

Kepala Unit Tranfusi Darah (UTD) PMI Kota Bengkulu, dr Anelin Kurniati mengatakan, stok darah di UTD PMI Kota Bengkulu saat ini mengalami kekosongan, karena selama Ramadan pendonor darah yang datang ke UTD PMI Kota Bengkulu di Rumah Sakit Umum Daerah M Yunus, hampir tidak ada. Padahal kebutuhan darah di Bengkulu dalam sehari rata-rata mencapai 20 hingga 33 kantong.  “Bulan puasa sulit mencari pendonor darah, padahal kebutuhannya banyak,” kata Anelin, kemarin (27/5).

Untuk mengatasi hal tersebut, sejak awal Ramadan, 6 Mei hingga 30 Mei 2019 mendatang, PMI Kota Bengkulu telah membuka layanan donor darah di masjid-masjid usai salat terawih. Akan tetapi banyak masyarakat takut melakukan donor darah, dikarenakan khawatir puasanya menjadi tidak kuat.

“Meskipun sudah dibuka layanan donor darah dibeberapa masjid di Kota Bengkulu tetap saja yang melakukan donor darah sangat minim jumlahnya, mereka takut tidak kuat berpuasa nanti,” ujar Anelin.

Meski begitu, ia berharap ada kepedulian dari masyarakat untuk mendonorkan darahnya, sehingga kebutuhan darah terpenuhi. Hal ini mengingat stok darah saat ini sudah sangat kritis dan diprediksi akan berlangsung hingga lebaran mendatang. “Kita tanggal 1 sampai 9 Juni 2019 tidak membuka layanan donor darah, baru buka minggu ke-empat Juni di beberapa instansi-instansi dan universitas, sehingga stok darah hingga lebaran akan tetap kosong,” tutur Anelin.

Dengan kosongnya stok darah tersebut, maka akan membuat masyarakat yang membutuhkan darah menjadi kesulitan. Karena hampir setiap hari selalu ada pasien yang datang ke rumah sakit membutuhkan darah, entah akibat kecelakaan lalu lintas maupun aktivitas cuci darah.

“Solusi saat ini yang kita lakukan yaitu menghubungi pendonor aktif, ketika ada yang butuh darah, maka kita hubungi mereka,” ujar Anelin.

Ia mengaku, saat ini memiliki sebanyak 10 ribu database pendonor darah aktif di Bengkulu. Semoga dengan adanya pendonor darah aktif tersebut diharapkan kebutuhan darah tersedia. “Kita bekerjasama dengan Sahabat Valencia, dimana mereka memiliki database pendonor aktif, kami harap dengan cara tersebut kebutuhan darah bisa terpenuhi, meskipun harus negosiasi dulu ke pendonor,” tutupnya.

Sementara itu, salah seorang Warga Kota Bengkulu, Susilawati mengaku, hampir setiap bulan membutuhkan darah untuk cuci darah. Bahkan, dalam sebulan menimal 8 kali melakukan cuci darah. Jika stok darah kosong maka akan membuat dirinya kesulitan mendapatkan darah.”Kalau darah kosong maka sulit, solusinya hanya satu yaitu membeli darah dari orang yang mau mendonorkan,” ujar Susilawati.

Ia mengaku, untuk satu kantong darah dibelinya dengan harga Rp 450 ribu hingga Rp 500 ribu. Jumlah tersebut belum termasuk biaya cuci darah yang ditaksir menghabiskan Rp 1 juta dalam sekali treatment. “Mau bagaimana lagi, kalau tidak begitu maka saya akan sakit,” tutupnya.(999)